SerambiMuslim.com – Keberadaan kedua orang tua yang masih hidup merupakan anugerah sekaligus ladang pahala bagi seorang anak.
Kasih sayang, pengorbanan, dan ketulusan ayah serta ibu dalam merawat anak tidak akan mudah terbalaskan.
Dalam Islam, berbakti kepada orang tua atau birrul walidain memiliki kedudukan yang sangat mulia.
Berbakti kepada orang tua menjadi salah satu kewajiban setelah seorang Muslim beribadah kepada Allah SWT.
Salah satu bentuk bakti dapat dilakukan dengan senantiasa mendoakan kedua orang tua. Doa tersebut dapat berisi permohonan kesehatan, ampunan, kasih sayang, kebaikan, serta keberkahan bagi keduanya.
Merujuk buku “Proyek Kehidupan Sesuai Ketentuan Al-Qur’an” karya Aziz Amnan dan “Indahnya Doa Rasulullah Bagiku” karya Masriyah Amva, terdapat sejumlah doa yang dapat diamalkan.
Berikut lima doa untuk kedua orang tua yang masih hidup.
1. Doa Memohon Ampunan dan Kasih Sayang
Salah satu doa yang dapat diamalkan adalah memohon ampunan dan kasih sayang Allah SWT untuk orang tua.
اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا
Latin: Allāhummaghfirlī wa liwālidayya warhamhumā kamā rabbayānī shaghīrā.
Artinya: “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku (ibu dan bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil.”
Doa tersebut merupakan versi pendek dari doa yang tercantum dalam Al-Qur’an surah Al-Isra’ ayat 24.
رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًا
Latin: Rabbirhamhumā kamā rabbayānī shaghīrā.
Artinya: “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua mendidik aku pada waktu kecil.”
2. Doa Memohon Ampun untuk Diri, Orang Tua, dan Keluarga
Doa berikut memuat permohonan ampun untuk diri sendiri, orang tua, keluarga, serta seluruh orang beriman.
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَّلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ ۗ وَلَا تَزِدِ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا تَبَارًاࣖ
Latin: Rabbighfir lî wa liwâlidayya wa liman dakhala baitiya mu’minaw wa lil-mu’minîna wal-mu’minât, wa lâ tazididh-dhâlimîna illâ tabârâ.
Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zalim itu selain kehancuran.” (QS Nuh: 28)
3. Doa Mensyukuri Nikmat dan Kebaikan Orang Tua
Doa ini berisi permohonan agar seorang anak mampu mensyukuri nikmat Allah SWT. Termasuk nikmat yang diberikan kepada dirinya dan kedua orang tuanya.
رَبِّ أَوْزِعْنِيْ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْ أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ
Latin: Rabbi auzi’nī an asykura ni’matakallatī an’amta ‘alayya wa ‘alā wālidayya wa an a’mala shāliḥan tardhāhu wa adkhilnī biraḥmatika fī ‘ibādikash shāliḥīn.
Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” (QS An-Naml: 19)
4. Doa Kebaikan Diri, Keturunan, dan Orang Tua
Doa selanjutnya memohon petunjuk untuk mensyukuri nikmat Allah SWT dan berbuat amal saleh.
Doa ini juga memuat permohonan kebaikan bagi keturunan.
رَبِّ أَوْزِعْنِيْ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْ أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْ ۖ إِنِّيْ تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Latin: Rabbi auzi’nī an asykura ni’matakallatī an’amta ‘alayya wa ‘alā wālidayya wa an a’mala shāliḥan tardhāhu wa ashliḥ lī fī dzurriyyatī, innī tubtu ilaika wa innī minal muslimīn.
Artinya: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS Al-Ahqaf: 15)
5. Doa Memohon Kesembuhan Saat Orang Tua Sakit
Ketika orang tua sedang sakit, seorang anak dapat memanjatkan doa memohon kesembuhan kepada Allah SWT.
اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَاسَ، اِشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Latin: Allāhumma rabbannāsi adzhibil ba’sa, isyfi antasy syāfī, lā syifā’a illā syifā’uka syifā’an lā yughādiru saqamā.
Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, hanya Engkaulah yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu dengan kesembuhan yang tidak menimbulkan rasa sakit.”
Cara Berbakti kepada Kedua Orang Tua
Berbakti kepada orang tua tidak hanya diwujudkan melalui doa. Seorang anak juga dapat menunjukkan bakti melalui sikap, ucapan, dan perlakuan yang baik.
Merujuk buku “Maafkan Durhaka Kami Ayah Bunda: Pahala Bakti dan Siksa Durhaka pada Orang Tua yang Tak Terkirakan” karya Husein Zakaria Filail, hal tersebut sejalan dengan pesan surah Al-Isra’ ayat 23-24.
وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا ۞ وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ
Artinya: “Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil.”
Berdasarkan ayat tersebut, terdapat beberapa bentuk bakti kepada orang tua yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Berlaku Ihsan
Allah SWT menegaskan pentingnya kewajiban berbuat baik atau ihsan kepada kedua orang tua.
2. Menjaga Tutur Kata
Seorang anak dilarang bersikap dan berkata kasar kepada kedua orang tua dengan alasan apa pun.
3. Tidak Membentak
Membentak orang tua merupakan perbuatan yang harus dihindari dalam berbagai situasi dan kondisi.
4. Bersikap Lembut dan Santun
Anak hendaknya berbicara kepada orang tua dengan tutur kata yang mulia atau qaulan karīmā.
Sikap tersebut perlu diwujudkan dengan kelembutan, kesopanan, dan penghormatan kepada kedua orang tua. (*)







