SerambiMuslim.com – Mahkamah Agung Kerajaan Arab Saudi mengimbau umat Islam di seluruh wilayah kerajaan untuk mengamati hilal atau bulan sabit penanda awal Dzulhijjah 1447 Hijriah pada Ahad malam, 17 Mei 2026.
Melalui pengumuman resminya, Mahkamah Agung meminta masyarakat yang berhasil melihat hilal, baik menggunakan mata telanjang maupun alat bantu teropong, segera melaporkan temuannya ke pengadilan terdekat.
Selain itu, warga juga diminta menghubungi pusat pengamatan resmi untuk membantu proses pencatatan kesaksian hilal.
Mufti Agung Arab Saudi, Syekh Saleh Al-Fawzan, turut mengajak umat Islam memperbanyak ibadah dan amal saleh selama 10 hari pertama Dzulhijjah.
Ia menegaskan, amalan seperti shalat, puasa, sedekah, dan dzikir memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT.
“Amal perbuatan pada hari-hari awal Dzulhijjah merupakan amalan yang sangat dicintai Allah SWT,” ujar Al-Fawzan seperti dikutip dari Arab News, Ahad, 17 Mei 2026.
Al-Fawzan juga menyoroti keutamaan puasa Arafah bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Menurutnya, puasa tersebut menjadi salah satu ibadah sunnah paling utama karena dapat menghapus dosa selama dua tahun.
Di sisi lain, ia mengingatkan umat Islam yang berniat melaksanakan ibadah qurban agar tidak memotong rambut, kuku, maupun kulit sejak awal Dzulhijjah hingga hewan qurban disembelih.
Setiap 10 Dzulhijjah, umat Islam di seluruh dunia memperingati Hari Raya Iduladha atau Hari Raya Qurban.
Secara etimologis, kata Idul Adha berasal dari kata “id” yang bermakna kembali atau berulang, serta “adha” yang berarti qurban atau penyembelihan hewan.
Karena itu, Iduladha dimaknai sebagai momentum kembali melaksanakan ibadah qurban sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.
Hari raya ini juga kerap disebut Lebaran Haji karena bertepatan dengan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci Makkah.
Mengutip kitab dan literatur keislaman, kata qurban berasal dari akar kata “qaraba” yang berarti mendekatkan diri.
Tradisi penyembelihan hewan qurban pada Iduladha menjadi simbol ketakwaan dan kepedulian sosial, karena daging qurban dibagikan kepada masyarakat luas.
Dalam sebuah hadis, Al-Hasan bin Ali meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam mengenakan pakaian terbaik, memakai wewangian, serta mempersembahkan hewan qurban terbaik saat Iduladha. ***






