SerambiMuslim.com – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-31 di Semarang menghadirkan inovasi baru bagi tuli muslim.
Untuk pertama kalinya, tilawah Al-Qur’an menggunakan bahasa isyarat diperkenalkan dalam ajang MTQ tingkat nasional.
Tilawah Al-Qur’an bahasa isyarat tersebut digelar dalam bentuk ekshibisi di Semarang pada 11-20 September 2026.
Direktur Bina Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama Ahmad Zayadi menjelaskan program tersebut.
Ekshibisi itu secara khusus diperuntukkan bagi tuli muslim yang ingin berpartisipasi dalam MTQ Nasional.
“Untuk tahun 2026 ini pada MTQ Nasional ke-31, kita akan menggelar ekshibisi untuk cabang lomba baru, yaitu lomba tilawah Al-Qur’an bahasa isyarat,” kata Ahmad Zayadi dalam acara Press Briefing Isu-isu Aktual Bimbingan Masyarakat Islam di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Menurut Zayadi, ekshibisi tersebut akan diikuti puluhan peserta dari berbagai komunitas dan provinsi.
“Insyaallah pada ekshibisi mendatang ini diikuti oleh 24 peserta dari 14 komunitas yang tersebar di 8 provinsi,” ujarnya.
Zayadi menyebut ekshibisi tersebut menjadi momentum perdana Mushaf Al-Qur’an Isyarat dimusabaqahkan secara nasional.
“Jadi ini untuk pertama kalinya pembacaan atau tilawah Mushaf Al-Qur’an Isyarat dimusabaqahkan, dilombakan,” jelasnya.
Meski demikian, tilawah Al-Qur’an bahasa isyarat belum menjadi cabang perlombaan resmi MTQ Nasional. Pada penyelenggaraan tahun ini, cabang tersebut masih diperkenalkan melalui ekshibisi.
“Untuk pertama kali ini masih bersifat ekshibisi, belum masuk cabang lomba resmi,” katanya.
Juara Pertama Dapat Rp10 Juta
Ekshibisi tersebut juga menyediakan hadiah bagi para peserta yang berhasil meraih posisi juara.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad mengatakan hadiah disiapkan untuk tiga pemenang.
“Untuk hadiahnya kita siapkan Rp10 juta untuk juara pertama, juara kedua Rp7,5 juta, juara ketiga Rp5 juta,” jelas Abu Rokhmad, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI.
Hadiah tersebut merupakan penghargaan dari Kementerian Agama untuk ekshibisi tilawah Al-Qur’an bahasa isyarat.
Sementara itu, pemerintah provinsi yang mengirimkan peserta dapat memberikan hadiah tambahan. Besaran hadiah tambahan tersebut nantinya dapat berbeda sesuai kebijakan pemerintah provinsi masing-masing.
“Yang dari pemerintah provinsi yang mengirimkan cabang lomba itu saya kira bisa lebih banyak lagi,” pungkas Abu Rokhmad. (*)







