SerambiMuslim.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya organisasi kemasyarakatan (ormas), untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi dinamika perubahan global yang kian cepat.
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Muktamar XXI Mathla’ul Anwar di Plaza Aspirasi, Kota Serang, Banten, Sabtu, 11 April 2026.
Menurut Nasaruddin, pembangunan umat di masa depan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas pihak.
“Mempersiapkan umat masa depan bukan pekerjaan yang bisa dilakukan sendiri oleh negara atau ormas tertentu. Ini membutuhkan kerja sama dan sinergi semua pihak. Mari kita saling mengokohkan,” ujar Nasaruddin.
Ia menekankan bahwa muktamar menjadi momentum strategis untuk merumuskan arah pembinaan umat agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar keagamaan.
Selain itu, ia menilai Mathla’ul Anwar memiliki peran historis dan strategis dalam perjalanan bangsa, terutama dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan sosial.
“Mathla’ul Anwar menjadi jembatan antara ajaran agama dan kehidupan sosial. Kita berharap dari muktamar ini tidak hanya lahir kepemimpinan baru, tetapi juga gagasan segar untuk memperkuat peran organisasi dalam membangun bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar, Embay Mulya Syarief, menyebut Muktamar XXI sebagai momentum penting bagi organisasi, terlebih karena untuk pertama kalinya digelar di ibu kota Provinsi Banten.
“Muktamar ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi momentum strategis untuk memperkuat arah organisasi dalam menjawab tantangan zaman,” kata Embay.
Dengan mengusung tema “Membangun Peradaban Umat Menuju Kemandirian Bangsa,” muktamar ini diarahkan untuk menghasilkan keputusan strategis dalam memperkuat peran organisasi di sektor pendidikan, dakwah, dan sosial.
Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar XXI Mathla’ul Anwar, Asep Rohmatulloh, memastikan seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara matang.
“Seluruh tahapan muktamar disusun secara sistematis, mulai dari administrasi hingga agenda persidangan, agar berjalan tertib, efektif, dan berkualitas,” ujarnya.
Ia juga memastikan pelaksanaan kegiatan berlangsung aman dan kondusif berkat dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan aparat keamanan.
Menurut Asep, muktamar ini menjadi ruang konsolidasi nasional bagi kader Mathla’ul Anwar untuk memperkuat arah gerakan organisasi di tengah tantangan global, seperti transformasi digital, perubahan sosial, dan dinamika ekonomi umat.
“Seluruh dinamika di lapangan, termasuk terkait penertiban atribut, telah diselesaikan melalui dialog. Saat ini muktamar berjalan sesuai rencana dan tetap kondusif,” jelasnya.
Ke depan, Mathla’ul Anwar diharapkan mampu semakin adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.
“Kami berharap muktamar ini tidak hanya melahirkan kepemimpinan baru, tetapi juga arah kebijakan yang mampu menjawab tantangan zaman dan memperkuat peran umat dalam pembangunan bangsa,” imbuh Asep.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa Mathla’ul Anwar merupakan bagian penting dalam sejarah peradaban umat di Indonesia.
“Mathla’ul Anwar bukan sekadar organisasi, tetapi warisan ulama dan pilar peradaban umat yang terus hidup dan berkembang,” pungkasnya. ***







