SerambiMuslim.com – Menjelang bulan suci Ramadan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam di Indonesia untuk melanjutkan gerakan boikot produk Israel, termasuk kurma yang terafiliasi dengan negara tersebut.
Seruan ini disampaikan oleh Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina.
Menurut Sudarnoto, Ramadan tahun ini datang di tengah berbagai ujian kemanusiaan, baik di dalam negeri maupun global. Ia menyoroti bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta krisis kemanusiaan di Gaza, Palestina dan Yaman.
“Khusus terkait Gaza dan Palestina, Israel terus melakukan genosida dan penghancuran, bahkan Amerika tidak menghentikannya,” ujarnya, Senin, 9 Februari 2026.
Sudarnoto menekankan bahwa perjuangan membela kemerdekaan Palestina harus dilakukan dengan bermartabat dan berkelanjutan. Salah satu langkah nyata yang dapat dilakukan masyarakat Indonesia adalah dengan menolak produk-produk dari Israel atau yang memiliki keterkaitan dengan negara tersebut.
“Boikot ini mungkin terlihat kecil, tetapi insya Allah menjadi bagian dari komitmen kita membela Palestina,” kata Sudarnoto.
Selain itu, ia mendorong pemerintah Indonesia untuk tegas membela kemerdekaan Palestina dan menolak segala bentuk penjajahan.
Menjelang Ramadan, ia mengajak umat Islam tetap istiqamah dalam ibadah sambil menjaga kepedulian sosial terhadap persoalan kemanusiaan global.
“Tetap kokoh, istiqomah, dan bersabar dalam ibadah serta membela kemanusiaan dan kemerdekaan Palestina,” ujarnya.
Ia berharap Ramadan menjadi momentum penguatan spiritual sekaligus solidaritas kemanusiaan.
Berikut beberapa merek kurma yang terafiliasi Israel menurut aplikasi Boycat:
- Bomaja
- Brousse & Fils
- Carmel Agrexco
- Delilah
- Desert Diamond
- Hadiklaim
- Jordan River
- Jordan Valley
- Anna and Sarah
- Urban Platter
- King Solomon
- MyJool
- Paradise Dates
- Shams, Star Date
- Sun Date
- Mehadrin
- Food to Live
- Star Dates
- Sincerely Nuts
Meski Israel bukan produsen kurma terbesar di dunia, negara ini menjadi salah satu pengekspor utama dengan nilai ekspor sekitar USD330 juta pada 2022. Banyak kurma Israel ditanam di wilayah Palestina yang diduduki.
Menurut data FAOSTAT 2020, Israel hanya memproduksi sekitar 48.984 ton kurma dari total produksi global 9.454.213 ton, atau sekitar 0,5 persen. Namun, Israel tetap menjadi salah satu eksportir kurma terbesar, hanya kalah dari Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Irak, dan Iran.
“Sebagian besar kurma yang diproduksi negara penghasil kurma biasanya dikonsumsi sendiri secara lokal,” ungkap Freshplaza. ***





