MTQ VIII Korpri 2026 Ditutup, Pesan Menag untuk ASN

Menag Nasaruddin Umar meminta ASN menerapkan nilai Al-Qur'an dalam bekerja dan menjadi problem solver dalam pelayanan kepada masyarakat. (Foto: Dok Kemenag)

SerambiMuslim.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meminta aparatur sipil negara (ASN) menjadikan nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam bekerja.

Pesan tersebut disampaikan saat penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Tingkat Nasional 2026 di Sulawesi Selatan.

Menurut Nasaruddin, MTQ tidak semestinya berhenti pada kompetisi membaca dan menghafal Al-Qur’an.

Ajang tersebut harus menjadi ruang pembentukan karakter ASN. Nilai-nilai Al-Qur’an yang dipelajari peserta diharapkan tercermin dalam etos kerja.

Nilai tersebut juga harus terlihat dalam kualitas pelayanan publik setelah peserta kembali bertugas di daerah masing-masing.

“Jadi ada beberapa kategori, ada yang dekat dengan Al-Qur’an, ada yang melekat dengan Al-Qur’an, dan ada yang menjadi living Quran, (being the Quran), ibaratnya sudah seperti Quran berjalan,” kata Menag seperti dilansir dari laman resmi Kemenag, Senin (31/8/2026).

Nasaruddin menjelaskan, konsep living Quran menekankan penerapan nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan.

ASN juga diharapkan mampu memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Mereka kemudian dituntut mencari solusi atas kebutuhan tersebut melalui pelayanan publik yang baik.

“Jadilah sebagai penjernih, bukan pengeruh, jadilah penghubung, bukan pemisah, jadilah moderator, bukan provokator, jadilah problem solver, bukan problemator, jadilah penyuluh, bukan perusuh,” katanya.

Nasaruddin juga mengingatkan ASN agar memberikan pelayanan yang memudahkan masyarakat.

“Jadilah mempermudah memberikan pelayanan terhadap masyarakat, jangan mempersulit, mempercepat, dan jangan memperlambat,” tambahnya.

Nilai MTQ Harus Dibawa ke Ruang Kerja

Bagi Nasaruddin, keberhasilan MTQ tidak hanya ditentukan dari perolehan piala para peserta.

Menurutnya, nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti MTQ harus dibawa ke lingkungan kerja. Hal itu penting karena ASN berhadapan langsung dengan berbagai kebutuhan masyarakat.

Nasaruddin juga menyampaikan bahwa para juara tidak hanya memperoleh piala. Mereka juga mendapatkan pahala dari aktivitas membaca dan menghafal Al-Qur’an.

Ia berharap capaian tersebut menjadi pintu untuk memperkuat kedekatan para peserta dengan Al-Qur’an.

“Jadi di sini semuanya pemenang karena memenangkan amal-amal yang insya Allah semuanya tadi didoakan oleh pendoa kita,” ujarnya.

Pada akhir sambutannya, Nasaruddin kembali menitipkan harapan kepada para ASN.

Imam Besar Masjid Istiqlal itu berharap ASN mampu menjadi teladan sekaligus penerang di daerah masing-masing.

“Orang pintar tidak pernah terbuang. Orang sombong tidak pernah tenang. Saya berharap ASN kita pada malam ini Insyaallah akan menjadi obor-obor di daerahnya masing-masing,” ujarnya.

MTQ VIII Korpri Tingkat Nasional 2026 kemudian resmi berakhir. Prosesi penutupan ditandai dengan ditutupnya replika Mushaf Al-Qur’an raksasa. (*)