25 Persen Pendaftar Haji dari Kalangan Gen Z dan Milenial

FOTO: iStockphoto/ILUSTRASI

SerambiMuslim.com – Generasi Z (Gen Z) dan milenial menyumbang sekitar 25 persen dari total 5,8 juta pendaftar haji di Indonesia. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mendorong generasi muda memperkuat perencanaan keuangan untuk mewujudkan impian berhaji.

Anggota Badan Pelaksana BPKH, Harry Alexander, mengatakan kedua generasi tersebut memiliki potensi besar dalam mendukung keberlanjutan penyelenggaraan ibadah haji.

Potensi itu sejalan dengan jumlah Gen Z dan milenial yang mencapai sekitar 49 persen dari total populasi Indonesia.

“Begitu besar potensi Gen Z, saat ini sudah 24 persen populasi, atau setara 75 juta. Dan Milenial kurang lebih 24 persen dan total digabung mereka sudah sampai 49 persen dari populasi kita. Karena hampir 150 juta, dan hari ini ternyata mereka juga kontributor pendaftar haji terbesar,” kata Harry saat dijumpai usai acara peluncuran Dai Sejuta Mimbar di Auditorium Gedung B.J. Habibie, BRIN, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Harry menjelaskan, Gen Z dan milenial memiliki peran penting dalam memperluas kesadaran masyarakat mengenai perencanaan keuangan untuk ibadah haji.

Dari total 5,8 juta pendaftar haji, sekitar 25 persen berasal dari kedua kelompok generasi tersebut.

“Yaitu saat ini sudah 25 persen dari 5,8 juta (pendaftar haji), itu adalah Gen Z dan Gen Milenial,” katanya.

BPKH Dorong Gen Z Siapkan Biaya Haji Sejak Dini

Melihat besarnya potensi tersebut, BPKH mendorong Gen Z berperan aktif menyebarkan edukasi perencanaan keuangan. Persiapan biaya ibadah haji menjadi salah satu hal yang perlu diperkenalkan kepada generasi muda.

Menurut Harry, generasi muda perlu menetapkan tujuan keuangan jangka panjang. Perencanaan tersebut tidak seharusnya hanya berorientasi pada kebutuhan konsumtif, seperti membeli mobil atau sepeda motor.

Persiapan menunaikan ibadah haji juga dapat menjadi salah satu tujuan keuangan yang direncanakan sejak dini.

Selain itu, Harry mendorong Gen Z menjadi penggerak perubahan melalui konten digital yang positif. Edukasi tentang kemandirian finansial dan perencanaan keuangan diharapkan menjangkau lebih banyak anak muda.

“Tapi kita tentu mendorong Gen Z untuk menjadi lokomotif bagi perubahan sisi konten kreator. Agar media digital hari ini diisi dengan hal-hal positif, kemandirian finansial, perencanaan keuangan yang matang, dan kita memberikan masukan di purpose tujuan yang mulia dari setiap perencanaan keuangan dari Gen Z,” lanjut Harry.

Harry berharap generasi muda menjadikan ibadah haji sebagai salah satu tujuan dalam perencanaan keuangan mereka. Langkah tersebut juga diharapkan berkontribusi terhadap pembangunan bangsa.

“Tidak hanya target beli mobil, beli motor, tapi punya impian untuk naik haji dan bisa membangun bangsa Indonesia. Agar kita siap menuju Indonesia Emas tahun 2045,” tuturnya. (*)