SerambiMuslim.com — Untuk pertama kalinya sejak tahun 2015, Arab Saudi secara resmi membuka kembali jalur penerbangan langsung menuju Iran guna menunjang pelaksanaan ibadah haji.
Maskapai Flynas memulai kembali operasional penerbangan bagi jamaah haji Iran dari Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran pada Sabtu lalu, demikian disampaikan oleh seorang pejabat otoritas penerbangan sipil Arab Saudi kepada AFP pada Minggu (18/05/2025).
Selain rute dari Teheran, penerbangan serupa juga dijadwalkan berangkat dari kota Mashhad. Hal ini memungkinkan sekitar 35.000 jamaah haji asal Iran untuk menunaikan ibadah di Tanah Suci melalui maskapai tersebut, tambah sumber yang enggan disebutkan namanya.
Sebelumnya, keberangkatan jamaah haji Iran terbatas hanya melalui maskapai carter yang berasal dari Iran sendiri. Dibukanya kembali jalur penerbangan ini menjadi salah satu indikasi kuat terjadinya pemulihan hubungan diplomatik antara kedua negara, yang telah terputus selama satu dekade.
Teheran dan Riyadh mengakhiri hubungan diplomatik mereka pada 2016, menyusul eksekusi seorang ulama Syiah ternama sekaligus pengkritik rezim Saudi. Insiden ini memicu aksi protes besar-besaran di Teheran, termasuk pembakaran kedutaan Arab Saudi, dan menimbulkan pembekuan hubungan yang berlangsung bertahun-tahun.
Namun demikian, pada tahun 2023, kedua negara berhasil menormalisasi kembali hubungan dalam sebuah pertemuan puncak yang dimediasi oleh pemerintah China. Sejak itu, Riyadh dan Teheran terus mempererat interaksi diplomatik serta kerja sama bilateral mereka.







