Berita  

500 Imam Masjid di Makassar Ikut “Coaching Clinic”

Panduan lengkap sholat ghaib mulai dari niat, bacaan Arab, hingga doa untuk mayit sesuai tuntunan Islam. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menggelar pelatihan bagi 500 imam masjid guna meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat.

Wali Kota Munafri Arifuddin menegaskan bahwa peran imam tidak hanya sebatas memimpin shalat dengan suara yang baik. Seorang imam, kata dia, harus memiliki pemahaman fikih yang kuat, bacaan Alquran yang tepat, serta mampu menghadirkan kekhusyukan dalam ibadah.

“Imam adalah teladan. Kapasitasnya harus terus ditingkatkan, baik dari sisi keilmuan maupun praktik dalam memimpin shalat berjamaah,” ujar Munafri, Rabu, 18 Maret 2026.

Ia menilai, kualitas imam akan berbanding lurus dengan kualitas jamaah. Karena itu, penguatan kompetensi imam menjadi langkah strategis dalam menjadikan masjid sebagai pusat peradaban umat.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan menyeluruh, mulai dari fikih imamah, tata cara shalat sesuai sunnah, hingga penanganan persoalan teknis yang kerap muncul dalam pelaksanaan salat berjamaah.

Selain itu, peningkatan kualitas bacaan Alquran juga menjadi fokus, terutama pada aspek tajwid dan makhraj, agar imam mampu memimpin ibadah dengan baik dan benar.

Program coaching clinic ini juga diarahkan untuk mendorong adanya keseragaman bacaan dan praktik shalat di masjid-masjid di Makassar. Dengan demikian, pelayanan ibadah diharapkan lebih berkualitas, tertib, dan menenangkan bagi jamaah.

Munafri mengakui, berdasarkan pengamatannya saat berkunjung ke sejumlah masjid, masih terdapat perbedaan dalam tata cara imam memimpin shalat. Hal ini dinilai perlu diselaraskan.

“Masih ada perbedaan di lapangan. Karena itu perlu kesepahaman agar imam bisa memberikan pencerahan yang sama kepada masyarakat,” katanya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa imam memiliki peran strategis di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga sebagai pembimbing dalam kehidupan sosial keagamaan.

Imam kerap menjadi rujukan dalam berbagai persoalan, mulai dari masalah keluarga hingga konflik sosial. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan solusi yang bijak dan menenangkan.

Selain itu, imam juga berfungsi sebagai teladan dalam perilaku sehari-hari serta penggerak kegiatan keagamaan dan sosial di lingkungan masjid, seperti pengajian, pendidikan Alquran, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

Di tengah perkembangan zaman, imam juga dituntut adaptif terhadap perubahan sosial dan teknologi agar dakwah yang disampaikan tetap relevan, khususnya bagi generasi muda.

Pemkot Makassar berharap pelatihan ini dapat memperkuat peran imam sebagai pemimpin ibadah sekaligus pembina umat dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berdaya. ***