Tahun Baru Islam 2026 Jatuh Pada 16 Juni

Foto: iStockphoto/Ilustrasi

SerambiMuslim.com – Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan dalam Islam. Tiga bulan haram lainnya adalah Zulkaidah, Zulhijah, dan Rajab.

Pada bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh serta menjauhi berbagai perbuatan dosa. Keutamaan bulan haram ditegaskan Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 36.

Keutamaan Bulan Muharram dalam Alquran

Allah SWT berfirman:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

Latin: Inna ‘iddatasy-syuhūri ‘indallāhiṡnā ‘asyara syahran fī kitābillāhi yauma khalaqas-samāwāti wal-arḍa minhā arba’atun ḥurum(un), żālikad-dīnul-qayyim(u), falā taẓlimū fīhinna anfusakum wa qātilul-musyrikīna kāffatan kamā yuqātilūnakum kāffah(tan), wa’lamū annallāha ma’al-muttaqīn(a).

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana ketetapan Allah sejak Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya terdapat empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus. Maka janganlah kamu menzalimi dirimu pada bulan-bulan tersebut. Ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa.”

Ayat tersebut mengingatkan umat Islam agar menjaga diri dari perbuatan maksiat dan memperbanyak ibadah pada bulan-bulan yang dimuliakan, termasuk Muharram.

Tahun Baru Islam 2026 Jatuh pada 16 Juni

Tahun Baru Islam 1448 Hijriah atau 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.

Penetapan tersebut mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama Republik Indonesia. Tanggal tersebut juga selaras dengan Kalender Hijriah Global Tunggal yang digunakan PP Muhammadiyah.

Pemerintah turut menetapkan 1 Muharram 1448 H sebagai hari libur nasional melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025.

Secara astronomis, awal Muharram 1448 H ditandai dengan terjadinya ijtimak atau konjungsi bulan pada Senin, 15 Juni 2026 pukul 09.54.02 WIB. Saat matahari terbenam pada hari yang sama, posisi hilal telah berada di atas ufuk sehingga menjadi salah satu dasar penetapan awal bulan Hijriah.

Doa Awal Tahun Baru Islam

Menyambut Tahun Baru Islam dapat dilakukan dengan berbagai amalan, salah satunya membaca doa awal tahun. Doa ini dipanjatkan sebagai bentuk harapan agar mendapatkan perlindungan, petunjuk, dan keberkahan dari Allah SWT sepanjang tahun yang akan dijalani.

Mengutip buku “Majmu’ Ad-Da’awaat: Kumpulan Doa-Doa Pilihan” karya Ustaz Risky Aviv Nugroho, berikut bacaan doa awal Tahun Baru Islam.

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Latin: Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu’awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’i, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.

Artinya: “Tuhanku, Engkaulah Yang Maha Abadi, Maha Dahulu, dan Maha Awal. Dengan karunia dan kemurahan-Mu yang agung, aku memohon perlindungan dari godaan setan dan para pengikutnya pada tahun ini. Aku juga memohon pertolongan-Mu untuk mengendalikan hawa nafsu yang mendorong kepada keburukan serta bimbingan agar setiap aktivitas mendekatkanku kepada rahmat-Mu. Wahai Dzat Yang Maha Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan.” (*)