Menag Nasruddin Dorong BP4 Turunkan Angka Perceraian

Menteri Agama minta BP4 Kepri berperan aktif menekan perceraian, soroti dominasi cerai gugat dan dampaknya pada keluarga. (Ist/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Menteri Agama (Menag) Nasarudin Umar mengimbau Badan Penasihat, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kepulauan Riau (Kepri) berperan aktif menekan angka perceraian.

Hal itu disampaikan saat pelantikan pengurus BP4 Kepri periode 2025-2030, Rabu (14/1/2026) malam di Gedung Daerah Tanjungpinang.

Kepri dikenal memiliki angka perceraian tinggi dibanding provinsi lain di Indonesia. Nasarudin menyoroti dominasi kasus cerai gugat, di mana istri lebih sering menggugat suami.

Berdasarkan data Pengadilan Tinggi Agama (PA) Kepri, sepanjang 2025 tercatat 4.298 perceraian. Rinciannya, 3.266 kasus cerai gugat dan 1.032 kasus cerai talak.

Fenomena serupa terlihat di Pengadilan Agama Jakarta Timur, banyak istri antre menggugat cerai.

“Kebanyakan perceraian terjadi di kota besar, dengan rata-rata usia pernikahan lima tahun pertama,” kata Nasarudin.

“Sekitar 80 persen perceraian terjadi pada pernikahan di bawah lima tahun, banyak menjadi janda muda,” tambahnya.

Nasarudin mendorong BP4 Kepri meningkatkan kontribusi meminimalisir kasus perceraian.

Perceraian berdampak pada kemiskinan baru bagi istri dan anak, serta merusak stabilitas keluarga.

Penelitian menunjukkan 80 persen kenakalan remaja berasal dari keluarga yang berantakan akibat perceraian.

Menag Nasruddin menyinggung, 60 persen ayat Alquran membahas rumah tangga, sedikit yang membahas negara. Ia menekankan penting membina keluarga harmonis untuk membangun masyarakat dan negara yang kuat.

“Oleh karena itu, penting membina rumah tangga sakinah mawaddah warahmah. BP4 Kepri diharapkan menurunkan angka perceraian,” ujarnya. ***