SerambiMuslim.com – Kementerian Agama (Kemenag) RI mendorong majelis taklim bertransformasi menjadi pusat penguatan ketahanan keluarga di tengah meningkatnya tantangan sosial modern.
Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Muchlis M Hanafi mengatakan ketahanan bangsa sangat dipengaruhi kondisi keluarga sebagai unit terkecil masyarakat.
“Ketahanan bangsa sangat terkait dengan ketahanan keluarga. Ketika keluarga kuat, masyarakat akan kuat,” ujar Muchlis di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
Menurutnya, keluarga saat ini menghadapi beragam tantangan, mulai dari tekanan ekonomi hingga dampak perkembangan teknologi digital terhadap pola komunikasi rumah tangga.
Ia menyebut penggunaan teknologi berlebihan turut memengaruhi hubungan keluarga. Selain itu, angka perceraian dan tantangan pengasuhan anak di era media sosial juga terus meningkat.
“Penguatan keluarga tidak cukup hanya melalui pendekatan administratif atau hukum, tetapi juga membutuhkan penguatan nilai, moral, dan spiritualitas,” katanya.
Muchlis menilai majelis taklim memiliki posisi strategis karena hadir langsung di tengah masyarakat. Karena itu, fungsi majelis taklim perlu diperluas, tidak hanya sebagai tempat pengajian.
“Majelis taklim harus naik kelas. Tidak hanya menjadi tempat belajar agama semata, tetapi juga menjadi pusat edukasi keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan, majelis taklim juga dapat menjadi ruang konsultasi sosial-keagamaan sekaligus sarana memperkuat nilai mawaddah, rahmah, dan tanggung jawab sosial dalam keluarga.
Kemenag, lanjut Muchlis, terus mendorong transformasi layanan keagamaan agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Menurut dia, dakwah harus mampu menjawab persoalan nyata umat, seperti pendidikan anak, kesehatan mental, etika digital, hingga harmoni sosial.
“Majelis taklim harus mampu menghadirkan Islam yang menenangkan, mempersatukan, dan memberi solusi,” katanya.
Muchlis juga menyampaikan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait pentingnya penguatan institusi keluarga di tengah perubahan sosial.
Ia menegaskan lembaga keagamaan dan organisasi sosial kemasyarakatan perlu menjadi mitra strategis dalam menjaga ketahanan keluarga Indonesia.
“Majelis taklim yang berdaya tidak hanya menjaga tradisi pengajian, tetapi juga menjadi benteng sosial dan moral masyarakat,” kata Muchlis. (*)






