Jemaah Haji Indonesia Diimbau Fokus Ibadah Saat di Arafah

Petugas haji mengimbau jemaah Indonesia memaksimalkan ibadah, dzikir, dan doa selama wukuf di Padang Arafah, puncak pelaksanaan ibadah haji. (Foto: Ist/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Padang Arafah menjadi lokasi puncak pelaksanaan ibadah haji sekaligus tempat mustajab untuk memanjatkan doa. Karena itu, jemaah haji Indonesia diimbau memanfaatkan momentum wukuf dengan fokus beribadah dan memperbanyak dzikir.

Petugas Tusi Bimbingan Ibadah Daker Bandara, Dendi Yuda Safrullah, mengingatkan jemaah agar tidak menyia-nyiakan kesempatan berharga selama berada di Arafah.

“Karena kita untuk ke Arafah itu tentu tidak gampang. Semua orang ingin hadir di Arafah, maka jangan menyia-nyiakannya dengan misalkan hanya berfoto-foto, bermain HP, atau melakukan kegiatan-kegiatan di luar berdzikir,” ujar Dendi, Jumat, 21 Mei 2026.

Menurutnya, jemaah telah melewati perjalanan panjang sejak proses manasik hingga tiba di Tanah Suci. Karena itu, ia meminta jemaah menjaga niat ibadah dan saling mengingatkan satu sama lain untuk tetap fokus beribadah.

Dendi menuturkan, sebelum berangkat menuju Arafah, sebagian besar jemaah biasanya telah melakukan istihlal atau saling bermaafan sebagai bentuk penyucian diri sebelum menjalankan ibadah haji.

“Biasanya jemaah sudah mengadakan kegiatan semacam istihlal, saling bermaaf-maafan. Itu salah satu upaya untuk membersihkan diri sebelum berangkat berhaji pergi ke Arafah,” katanya.

Perbanyak Dzikir dan Doa

Setibanya di Arafah, jemaah dianjurkan segera mengisi waktu dengan berbagai amalan ibadah, terutama memperbanyak mengingat Allah SWT.

“Sampai di Arafah itu tentu banyak kegiatan, terutama memperbanyak dzikir, membaca istighfar, membaca Alquran, kemudian juga bershalawat,” ujar Dendi.

Ia menjelaskan, jemaah tidak perlu khawatir terkait panduan doa dan bacaan ibadah karena seluruh materi umumnya telah tersedia di buku manasik yang dibawa dari Indonesia.

“Biasanya ada beberapa KBIHU atau jemaah-jemaah yang sudah mempersiapkan dari Tanah Air. Tapi secara umum, di dalam buku manasik untuk jemaah itu sudah ada bacaan-bacaan yang harus dibaca oleh jemaah. Dan itu sangat banyak,” jelasnya.

Terkait pelaksanaan wukuf, Dendi mengatakan jemaah akan mengikuti khutbah wukuf dan sholat berjamaah yang telah diatur di masing-masing tenda maktab.

“Nanti beberapa rombongan itu gabung ditentukan siapa di kloter yang menjadi imam sholat dzuhur, yang biasanya dijamak dan qashar. Kemudian untuk khatibnya ada petugasnya,” katanya.

Usai rangkaian khutbah dan shalat, jemaah diimbau memaksimalkan sisa waktu wukuf untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

“Karena Arafah salah satu yang disebut maqom ijabah atau tempat dikabulkannya doa atau permohonan kita kepada Allah. Dan ini merupakan puncak dari kegiatan haji. Karena Rasul mengatakan haji itu intinya adalah di Arafah. Barang siapa yang hadir di Arafah, maka dia sudah mendapatkan haji,” tutur Dendi. (*)