SerambiMuslim.com – Allah SWT menetapkan dua hari raya besar bagi umat Islam setiap tahunnya, yakni Idulfitri dan Iduladha. Namun di balik itu, terdapat satu hari istimewa yang hadir setiap pekan dan memiliki kedudukan sangat mulia dalam Islam, yaitu hari Jumat.
Hari Jumat bukan sekadar pergantian hari biasa. Dalam ajaran Islam, Jumat memiliki banyak keutamaan yang menunjukkan kemuliaannya di sisi Allah SWT. Bahkan Rasulullah SAW menyebut Jumat sebagai hari raya mingguan bagi umat Muslim.
Berikut sejumlah keistimewaan hari Jumat yang perlu diketahui umat Islam:
1. Hari Raya Pekanan Kaum Muslimin
Rasulullah SAW menyebut hari Jumat sebagai hari raya bagi umat Islam. Karena itu, kaum Muslim dianjurkan mempersiapkan diri dengan baik ketika menyambutnya, seperti mandi, memakai wewangian, dan bersiwak sebelum melaksanakan salat Jumat.
Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ هَذَا يَوْمُ عِيدٍ جَعَلَهُ اللَّهُ لِلْمُسْلِمِينَ فَمَنْ جَاءَ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ وَإِنْ كَانَ طِيبٌ فَلْيَمَسَّ مِنْهُ وَعَلَيْكُمْ بِالسِّوَاكِ
Artinya: “Sesungguhnya hari ini adalah hari raya yang Allah jadikan bagi kaum Muslimin. Barang siapa mendatangi salat Jumat, hendaklah ia mandi. Jika memiliki wewangian maka pakailah, dan bersiwaklah.” (HR Ibnu Majah No. 1098).
Karena keutamaannya tersebut, banyak ulama menyebut Jumat sebagai “Id pekanan” bagi umat Islam.
2. Memiliki Surah Khusus dalam Alquran
Keistimewaan hari Jumat juga tampak dari adanya surah khusus dalam Alquran, yakni Surah Al-Jumu’ah yang membahas tentang salat Jumat.
Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkan jual beli.” (QS Al-Jumu’ah: 9).
Ayat tersebut menunjukkan pentingnya salat Jumat hingga aktivitas perdagangan pun diperintahkan untuk dihentikan sementara demi memenuhi panggilan ibadah.
3. Hari Terbaik dalam Sepekan
Rasulullah SAW menegaskan bahwa Jumat merupakan hari terbaik dibandingkan hari-hari lainnya.
Beliau bersabda:
خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ
Artinya: “Sebaik-baik hari yang padanya matahari terbit adalah hari Jumat.” (HR Muslim No. 854).
Hadis tersebut menunjukkan kemuliaan hari Jumat yang tidak dimiliki hari lainnya.
4. Hari Diciptakannya Nabi Adam AS
Masih dalam hadis yang sama, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Nabi Adam AS diciptakan pada hari Jumat.
Beliau bersabda:
فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيْهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ، وَفِيْهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَلاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِيْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ
Artinya: “Pada hari Jumat Adam diciptakan, dimasukkan ke surga, dan dikeluarkan dari surga. Hari kiamat juga tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat.” (HR Muslim No. 854).
Hal tersebut menjadikan Jumat memiliki hubungan erat dengan sejarah penciptaan manusia.
5. Hari Terjadinya Kiamat
Selain menjadi hari penciptaan Nabi Adam AS, Jumat juga diyakini sebagai hari terjadinya kiamat.
Rasulullah SAW bersabda:
وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ
Artinya: “Tidak akan terjadi kiamat kecuali pada hari Jumat.” (HR Muslim No. 854).
Karena itu, hari Jumat menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, dzikir, istighfar, dan amal saleh sebagai bekal menghadapi akhirat.
6. Hari Disampaikannya Khutbah Wada’
Hari Jumat juga berkaitan dengan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam, yakni khutbah wada’ atau khutbah perpisahan Rasulullah SAW di Padang Arafah.
Khutbah tersebut berisi pesan-pesan universal tentang persaudaraan, keadilan, penghormatan terhadap hak sesama manusia, dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Peristiwa itu menjadi bagian penting dalam perjalanan dakwah Islam sekaligus warisan ajaran yang terus relevan hingga kini.
7. Waktu Mustajab untuk Berdoa
Hari Jumat juga memiliki satu waktu istimewa yang diyakini sebagai saat terkabulnya doa.
Dalam hadis riwayat Muslim dan Al-Bukhari disebutkan:
إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ لَسَاعَةً لاَ يُوَافِقُهَا مُسْلِمٌ قَائِمٌ يُصَلِّيْ يَسْأَلُ اللهَ خَيْراً إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ، قَالَ: وَهِيَ سَاعَةٌ خَفِيْفَةٌ
Artinya: “Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat satu waktu yang apabila seorang Muslim memohon kebaikan kepada Allah pada waktu tersebut, maka Allah akan mengabulkannya.” (HR Muslim No. 852 dan Al-Bukhari No. 5294).
Dengan berbagai keistimewaan tersebut, hari Jumat seharusnya tidak dipandang sebagai hari biasa. Jumat merupakan anugerah istimewa dari Allah SWT bagi umat Islam setiap pekan untuk memperkuat ibadah, memperbanyak amal saleh, dan mendekatkan diri kepada-Nya. (*)







