SerambiMuslim.com – Nyekar atau ziarah kubur menjadi salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam sebagai bentuk bakti kepada orang tua yang telah meninggal dunia.
Selain mengingatkan setiap muslim akan kematian, ziarah kubur juga menjadi momen untuk memanjatkan doa agar Allah SWT mengampuni dosa, melimpahkan rahmat, dan memberikan keselamatan kepada ahli kubur.
Dalam Islam, mendoakan orang tua yang telah wafat merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Bahkan, doa anak yang saleh menjadi salah satu amal yang pahalanya terus mengalir kepada kedua orang tuanya meski telah meninggal dunia.
Menurut buku “Menelisik Hakikat Silaturahim” karya Nasaruddin Umar, mengunjungi makam orang tua merupakan bagian dari menjaga silaturahmi. Kematian tidak menjadi penghalang seorang anak untuk tetap berbakti melalui doa dan amalan kebaikan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila anak adam (manusia) telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya darinya, kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah (sedekah yang pahalanya terus mengalir), ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang selalu mendoakannya.” (HR Muslim)
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW juga menjelaskan bentuk bakti seorang anak kepada orang tua yang telah wafat.
“Jika orang tua yang sudah meninggal masih ada cara berbakti yang harus dilakukan seorang anak, yakni dengan mendoakan mereka untuk keselamatan dan pengampunan, memenuhi janji, membayar utang-utang mereka, dan menjalin silaturahmi dengan kerabat dan sahabatnya.” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Bacaan Doa Nyekar ke Makam Orang Tua
Berikut doa ziarah kubur yang dapat dibaca saat mengunjungi makam orang tua maupun keluarga, sebagaimana dikutip dari buku Dialog Lintas Mazhab: Fiqh Ibadah dan Muamalah karya Asmaji Muchtar.
Doa Ziarah Kubur Versi Pendek
السَّلامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيار منَ الْمُؤْمِنِينَ والمُسلمين وإنا إن شاء الله بكم لاحقون تَسْأَلُ الله لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِية
Latin: Assalaamu’alaikum ahlad diyaari minal mu’miniina wal muslimiin, wa innaa in syaa allaahu bikum laahiquun, nas’alullaaha lanaa wa lakumul’aafiyah.
Artinya: “Keselamatan semoga tetap tercurahkan kepada para penghuni kubur dari golongan orang-orang mukmin dan orang-orang muslim, dan sesungguhnya insyaallah kami akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kamu dan untuk kalian semua.” (HR Ibnu Majah)
Doa Ziarah Kubur Versi Panjang
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ
وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ
Latin: Allahummaghfìrlahu war hamhu wa ‘aafìhìì wa’fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì’ madhalahu, waghsìlhu bìl maa’ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì. Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì.
Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.
Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.” (HR Muslim)
Doa untuk Orang Tua yang Sudah Wafat
Selain doa ziarah kubur, seorang muslim juga dianjurkan membaca doa khusus untuk kedua orang tua yang telah meninggal dunia sebagaimana dikutip dari buku “Ayah Ibu Kubangunkan Surga Untukmu” karya Muhammad Abdul Hadi.
(Bacaan doa Arab, latin, dan terjemahannya dapat disajikan sebagaimana naskah asli.)
Tata Cara Nyekar ke Makam Orang Tua
Mengutip buku “Panduan Fardhu Kifayah Beserta Doa” karya Sopian Riduan, berikut tata cara ziarah kubur yang dianjurkan.
- Berwudu sebelum berangkat ke makam.
- Mengucapkan salam kepada ahli kubur.
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ القُبُورِ ، يَغْفِرُ اللَّهُ لَنَا وَلَكُمْ ، أَنْتُمْ سَلَفُنَا ، وَنَحْنُ بِالأَثَرِ
Latin: Assalamu ‘alaikum yaa ahlal qubuuri, yaghfirullaahu lanaa wa lakum, antum salafuna wa nahnu bil atsar.
Artinya: “Salam sejahtera semoga terlimpah kepada kalian wahai penghuni kubur, semoga Allah mengampuni (dosa) kami dan kalian. Kalian adalah pendahulu kami dan kami akan menyusul kalian.”
Setelah mengucapkan salam, lanjutkan dengan membaca doa ziarah kubur, membaca surah-surah pendek Alquran, mendoakan ahli kubur, serta menghindari duduk di atas makam sebagai bentuk penghormatan.
Dengan membaca doa nyekar dan mengikuti adab ziarah kubur, seorang muslim tidak hanya mengenang orang tua yang telah wafat, tetapi juga menjalankan salah satu bentuk bakti yang dianjurkan dalam ajaran Islam. (*)







