Kemenhaj Catat 134 Jemaah Haji Indonesia Meninggal Dunia

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut 134 jemaah haji Indonesia meninggal dunia pada musim haji 2026. (Foto: Dok Kemenhaj)

SerambiMuslim.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RImencatat penurunan signifikan angka kematian jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan hingga saat ini jumlah jemaah yang wafat tercatat sekitar 134 orang.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada musim haji tahun lalu yang mencapai 267 orang.

“Ini menjadi catatan positif bagi kami. Sampai tanggal yang sama, tahun lalu jumlah jemaah yang meninggal sudah mencapai 267 orang, sedangkan tahun ini berada di angka sekitar 130-an,” kata Dahnil di Mina, Arab Saudi, Sabtu., 30 Mei 2026.

Menurut Dahnil, penurunan angka kematian menunjukkan adanya perbaikan layanan haji, terutama pada aspek kesehatan dan mobilitas jemaah selama menjalani rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Ia menegaskan pemerintah akan terus melakukan evaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah, khususnya kelompok lanjut usia dan jemaah berisiko tinggi.

“Kami akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan, terutama terkait pengelolaan kesehatan jemaah agar angka kematian dapat ditekan lebih rendah lagi pada masa mendatang,” ujarnya.

Selain mencatat perbaikan di sektor kesehatan, Kemenhaj juga menilai pelaksanaan puncak haji di Armuzna berlangsung lebih tertata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Seluruh jemaah berhasil diberangkatkan menuju Arafah sesuai jadwal yang telah ditetapkan tanpa kendala berarti.

Pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah hingga Mina juga dinilai lebih lancar. Bahkan, kawasan Muzdalifah telah kosong dari jemaah sekitar pukul 06.30 waktu setempat.

Capaian tersebut dinilai lebih baik dibandingkan pelaksanaan haji pada tahun-tahun sebelumnya yang kerap menghadapi kepadatan saat proses perpindahan jemaah.

Meski demikian, Dahnil mengakui masih terdapat sejumlah catatan evaluasi, terutama terkait kedisiplinan jemaah dan pengaturan penempatan tenda di Arafah maupun Mina.

Menurutnya, upaya penataan tenda melalui pemasangan daftar nama penghuni sempat terkendala karena adanya pihak yang mencopot informasi tersebut.

Selain itu, kedisiplinan jemaah saat mengantre keberangkatan dari Muzdalifah menuju Mina juga masih menjadi perhatian petugas.

“Kami melihat banyak kemajuan pada penyelenggaraan haji tahun ini. Namun berbagai catatan yang masih muncul akan menjadi bahan evaluasi agar pelayanan ke depan semakin baik dan aman bagi jemaah,” kata Dahnil.

Kemenhaj berkomitmen memperkuat koordinasi serta meningkatkan ketegasan petugas untuk menjaga ketertiban selama pelaksanaan ibadah haji pada masa mendatang. (*)