Australia Belajar Dialog Antaragama dari Masjid Istiqlal

Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Matt Thistlethwaite, bersama Presiden Dewan Imam Nasional Australia (Australian National Imams Council/ANIC) Imam Shady Alsuleiman dan delegasi, berkunjung ke Masjid Istiqlal, Rabu, 15 Juli 2026. (Foto: Istimewa)

SerambiMuslim.com – Pemerintah Australia mempelajari praktik dialog lintas agama di Indonesia dengan mengunjungi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral sekaligus memperdalam pemahaman mengenai toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Matt Thistlethwaite, memimpin delegasi resmi yang turut diikuti Pemimpin Australian National Imams Council (ANIC), Imam Shadi Alsuleiman.

Kehadiran Imam Shadi bertujuan mempelajari metode pengajaran Islam yang diterapkan para imam dan pengelola Masjid Istiqlal. Australia menilai pengalaman Indonesia dalam membangun toleransi dapat menjadi pembelajaran penting bagi komunitas Muslim di negaranya.

“Kunjungan saya ke masjid ini bertujuan membangun persahabatan dengan membawa salah satu imam terkemuka Australia ke sini untuk belajar dari imam dan pengelola masjid mengenai pengajaran ajaran Islam, penghormatan, dan persahabatan. Itu merupakan pelajaran bagi kita semua,” kata Thistlethwaite kepada media di Masjid Istiqlal, Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat, 17 Juli 2026.

Thistlethwaite mengatakan, Australia berkomitmen memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia. Menurutnya, Indonesia merupakan mitra strategis sekaligus negara dengan populasi Muslim terbesar di Asia sehingga memiliki pengalaman berharga dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis.

Ia menilai kunjungan ke Masjid Istiqlal menjadi bagian penting dari penguatan kerja sama kedua negara melalui dialog dan kolaborasi lintas agama.

Dalam kesempatan itu, Thistlethwaite juga mengapresiasi Pemerintah Indonesia dan masyarakat yang dinilai berhasil mempromosikan Islam yang ramah, menghargai keberagaman, serta mampu membangun persahabatan lintas budaya dan agama.

Menurut dia, nilai-nilai tersebut tergambar jelas melalui keberadaan Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta.

“Saya mengucapkan selamat kepada Pemerintah Indonesia dan masyarakat Indonesia atas cara yang saling menghargai dalam mengajarkan Islam serta mempromosikan persahabatan lintas budaya dan lintas agama, yang tercermin dengan sempurna melalui Terowongan Silaturahmi,” ujarnya.

Di Australia, pemerintah juga terus memperkuat upaya membangun penghormatan antarumat beragama. Langkah itu dilakukan melalui peningkatan dialog dan keterlibatan berbagai komunitas agama.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Australia telah menunjuk seorang duta besar sekaligus utusan khusus untuk urusan Islam. Pejabat itu bertugas mengembangkan berbagai kajian dan strategi guna memperkuat toleransi serta rasa saling menghormati di Australia.

Melalui kunjungan ke Indonesia, Australia berharap komunikasi antarpemimpin kedua negara semakin erat. Hubungan tersebut diharapkan mampu mendukung agenda perdamaian dunia melalui penguatan dialog antaragama.

“Kami juga ingin memastikan bahwa para pemimpin politik kami menjalin komunikasi dengan para pemimpin politik Indonesia guna turut mendorong dialog antaragama. Itulah sebabnya saya membawa seorang imam terkemuka dari Australia pada hari ini sebagai simbol pendekatan yang menjunjung tinggi dialog antaragama,” pungkasnya. (*)