Berita  

Jenderal (Purn.) Dudung Nilai Haji 2025 Tertib

Amirul Hajj Anggota Amirul Hajj Jenderal TNI Purnawirawan Dudung Abdurrahman

SerambiMuslim.com — Anggota Amirulhaj, Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, menilai bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berlangsung dengan tertib, aman, dan nyaris tanpa kendala berarti. Menurutnya, jemaah haji asal Indonesia juga menunjukkan sikap disiplin dan mudah diarahkan selama menjalani seluruh rangkaian ibadah.

“Saya menyaksikan langsung tahapan demi tahapan proses ibadah haji. Mulai dari kedatangan jemaah di Jeddah dan Madinah, perjalanan menuju Makkah, pelaksanaan tawaf, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah hingga bermalam di Mina — semuanya berlangsung dengan terkoordinasi dengan baik. Transportasi, fasilitas pendukung, hingga tenda-tenda yang disediakan, berjalan secara memadai dan fungsional,” ungkap Jenderal Dudung di sela kunjungannya di Makkah.

Dudung juga menyoroti peran serta pemerintah Arab Saudi yang disebutnya memberikan perhatian serius terhadap jemaah asal Indonesia. “Selama fase Armuzna, pemerintah Arab Saudi telah menyiapkan tenda cadangan khusus bagi jemaah Indonesia. Selain itu, kendaraan dan rumah sakit juga tersedia untuk mengantisipasi kemungkinan insiden atau gangguan kesehatan,” ujarnya.

Menanggapi fenomena sebagian jemaah yang memilih berjalan kaki dari Muzdalifah ke Mina, Dudung melihat hal itu terjadi karena kecenderungan untuk mengikuti jemaah dari negara lain yang juga berjalan kaki. “Padahal, jika mereka menunggu kendaraan resmi, justru lebih cepat sampai,” tuturnya.

Secara umum, menurut penilaiannya, para jemaah Indonesia merasa puas dengan penyelenggaraan haji tahun ini. Ia menyatakan telah berdialog langsung dengan sejumlah jemaah untuk mendapatkan kesan dan masukan secara langsung. “Beberapa jemaah yang saya temui menyampaikan bahwa mereka puas dengan pelayanan yang diberikan,” ujar mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu.

Menurut Dudung, ketertiban dalam pelaksanaan haji tahun ini juga didukung oleh regulasi yang lebih ketat dari otoritas Arab Saudi. Kebijakan tersebut membatasi akses masuk ke kawasan suci seperti Makkah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina hanya bagi jemaah resmi yang terdaftar. “Dengan pengaturan yang ketat ini, logistik seperti makanan, transportasi, dan pergerakan jemaah lebih mudah dikendalikan,” paparnya.

Atas kelancaran penyelenggaraan haji tahun ini, Dudung menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Arab Saudi. Sistem baru yang diterapkan, menurutnya, terbukti memperlancar seluruh rangkaian ibadah.

“Meskipun ada beberapa kendala kecil yang bersifat kasuistis, namun seluruhnya dapat segera direspons oleh petugas di lapangan,” tambahnya.

Dudung pun menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh petugas haji Indonesia, termasuk mahasiswa relawan, personel TNI/Polri, serta elemen lain yang telah bekerja dengan dedikasi tinggi di tengah beban tugas yang berat. “Pemerintah harus memberikan perhatian dan penghargaan khusus kepada mereka. Mereka bekerja ekstra, mengurus jemaah yang tersesat, yang jatuh sakit, bahkan mempertemukan jemaah yang terpisah dari keluarganya,” ucapnya.

Menutup keterangannya, Dudung berharap penyelenggaraan haji di tahun-tahun mendatang dapat terus ditingkatkan, dengan pelayanan yang lebih lancar, aman, dan memberi kenyamanan maksimal bagi seluruh jemaah.