SerambiMuslim.com — Tenaga Ahli Menteri Agama Bidang Haji, Umrah, dan Hubungan Internasional, Bunyamin M. Yapid, memastikan kesiapan tenaga kesehatan di Daerah Kerja (Daker) Makkah dalam memberikan layanan kesehatan kepada jamaah haji Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan usai kunjungan pemantauan pos layanan kesehatan di Daker Makkah pada Senin (19/5).
Bunyamin menegaskan peran penting tenaga medis sebagai garda terdepan dalam menangani kondisi darurat dan keluhan kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji. “Klinik kesehatan di setiap sektor sangat membantu jamaah yang mengalami gangguan kesehatan. Dari pantauan kami, semua berjalan sesuai harapan,” ujarnya.
Layanan kesehatan yang disediakan tidak hanya berupa klinik statis, tetapi juga layanan mobile yang siap merespons kebutuhan medis jamaah, termasuk yang berada di hotel-hotel. Koordinasi antarpetugas PPIH terus dilakukan agar penanganan dapat cepat dan efektif.
Bunyamin berharap kehadiran layanan kesehatan ini dapat mengurangi kecemasan jamaah dan memberikan ketenangan bagi keluarga mereka di tanah air, terutama menjelang puncak haji. “Semua unsur PPIH telah bekerja sesuai tugas dan fungsinya masing-masing demi kenyamanan jamaah,” tambahnya.
Pemantauan rutin oleh pejabat Kemenag ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari akomodasi, transportasi, konsumsi, hingga pelayanan kesehatan.
“Kami ingin memastikan pelayanan kepada jamaah tidak hanya soal fasilitas, tapi juga memberikan rasa aman, nyaman, serta keberpihakan pada kebutuhan nyata di lapangan,” pungkas Bunyamin.
Dengan kesiapan tenaga kesehatan yang sigap dan responsif, jamaah diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan tenang pada fase krusial ibadah haji tahun ini.





