SerambiMuslim.com – Jamaah haji Indonesia kelompok terbang (kloter) pertama dijadwalkan tiba di Madinah, Arab Saudi, pada Rabu (22/4/2026). Menyambut kedatangan tersebut, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 memastikan seluruh layanan, khususnya perlindungan jamaah, telah dipersiapkan secara maksimal.
Kepala Seksi Perlindungan Jamaah (Linjam) Daerah Kerja Bandara, Ali Nurohim, menyebutkan sebanyak 60 personel telah disiagakan dan ditempatkan di berbagai sektor di Madinah untuk menjamin keamanan jamaah selama berada di Tanah Suci.
“Agar jamaah haji dapat menjalankan ibadah dengan tenang, kami pastikan mereka mendapatkan perlindungan dari petugas Linjam di setiap sektor,” ujar Ali di Kantor Daker Bandara Madinah, Senin, 20 April 2026.
Menurut Ali, tugas utama Linjam pada musim haji tahun ini mencakup perlindungan keamanan jamaah, termasuk penanganan persoalan barang bawaan hingga pendampingan mobilitas jamaah.
Ia mencontohkan, jika terjadi kendala seperti koper tertukar atau hilang, petugas Linjam akan membantu menelusuri dan menemukan barang tersebut. Selain itu, pengamanan juga dilakukan saat jamaah melakukan perjalanan dari hotel menuju Masjid Nabawi.
“Perjalanan jamaah dari hotel ke Nabawi juga menjadi perhatian kami. Petugas akan memastikan jamaah berada dalam kondisi aman selama perjalanan,” katanya.
Ali menegaskan, layanan perlindungan ini berlangsung selama 24 jam penuh. Ia pun mengimbau jamaah agar fokus beribadah tanpa merasa khawatir terhadap aspek keamanan.
“Linjam siaga 24 jam. Jamaah tidak perlu ragu untuk beribadah di Nabawi, luruskan niat agar ibadah bisa berjalan khusyuk,” ujarnya.
Meski demikian, ia tetap mengingatkan jamaah untuk menjaga keamanan diri secara mandiri. Salah satunya dengan tidak bepergian seorang diri saat hendak beribadah.
“Minimal berangkat berdua atau dalam rombongan, sehingga jika ada kesulitan bisa saling membantu,” kata Ali.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga identitas diri, khususnya kartu Nusuk, yang wajib selalu dibawa saat beraktivitas di luar hotel.
“Kartu Nusuk harus selalu melekat dan jangan sampai tertinggal, apalagi hilang. Ini penting agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan lancar,” tuturnya. ***






