SerambiMuslim.com – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan keputusan tersebut, Hari Raya Iduladha 1447 H dipastikan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Selain penetapan hari besar keagamaan, pemerintah juga menetapkan 27 Mei 2026 sebagai hari libur nasional. Sementara itu, cuti bersama Iduladha dijadwalkan pada Kamis, 28 Mei 2026, sehingga masyarakat berpotensi menikmati waktu libur lebih panjang.
Hukum dan Waktu Pelaksanaan Shalat Iduladha
Shalat Iduladha termasuk ibadah sunnah muakkadah, yakni sangat dianjurkan bagi umat Islam. Ibadah ini dianjurkan untuk dilaksanakan oleh laki-laki maupun perempuan, termasuk mereka yang sedang dalam perjalanan (musafir).
Pelaksanaannya dimulai sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit, dan berakhir sebelum masuk waktu Zuhur.
Shalat Iduladha juga dianjurkan dilakukan lebih awal dibandingkan shalat Idulfitri, agar umat Islam memiliki waktu lebih luas untuk melaksanakan ibadah kurban.
Niat Shalat Iduladha
Mengutip sumber dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, niat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan shalat Iduladha.
Niat sebagai makmum:
“Ushalli sunnatan li’idil adha rak’ataini ma’muman lillahi ta’ala”
Artinya: Saya niat shalat sunnah Iduladha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.
Niat sebagai imam:
“Ushalli sunnatan li’idil adha rak’ataini imaman lillahi ta’ala”
Artinya: Saya niat shalat sunnah Iduladha dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.
Tata Cara Shalat Iduladha
Shalat Iduladha dilaksanakan sebanyak dua rakaat dengan tambahan takbir di masing-masing rakaat.
Rakaat pertama:
- Niat dalam hati
- Takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Takbir tambahan sebanyak tujuh kali (di luar takbiratul ihram)
- Membaca dzikir di antara takbir
- Membaca Al-Fatihah
- Membaca surat pendek, dianjurkan Al-A’la
- Ruku, i’tidal, sujud, hingga duduk seperti shalat biasa
Rakaat kedua:
- Berdiri untuk rakaat kedua
- Takbir tambahan lima kali
- Dzikir di sela takbir
- Membaca Al-Fatihah
- Membaca surat pendek, dianjurkan Al-Ghasyiyah
- Ruku, i’tidal, sujud, dan duduk hingga salam
Setelah shalat selesai, rangkaian ibadah dilanjutkan dengan khutbah Iduladha yang disampaikan oleh khatib. (*)







