Nasihat dari Ulama untuk Anggota TNI yang Bertugas ke Gaza

Seorang prajurit TNI gugur akibat serangan Israel ke pos UNIFIL di Lebanon. PBB mengecam keras insiden tersebut. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Sejumlah ulama di Indonesia memberikan pesan penting terkait rencana pengiriman pasukan TNI ke Gaza, Palestina. Mereka berharap kehadiran TNI membawa kebaikan dan membantu meringankan penderitaan masyarakat Palestina.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar, menekankan agar pengiriman sekitar 8.000 personel TNI tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang bisa merugikan perjuangan rakyat Palestina maupun institusi TNI sendiri.

“Kami sudah menyampaikan enam pesan atau tausiyah kepada Presiden terkait dukungan kemanusiaan Indonesia bagi Gaza. Pesan ini bertujuan memastikan misi TNI berjalan sesuai nilai kemanusiaan dan tidak disalahgunakan,” ujar Kiai Anwar usai membuka Musyawarah Kerja Nasional I MUI di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.

Kiai Anwar menambahkan, MUI mendorong pemerintah untuk tetap konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina sekaligus meminimalkan penderitaan warga Gaza akibat konflik yang berkepanjangan.

“Harus tetap berjuang untuk Free Palestine dan meringankan penderitaan masyarakat Gaza,” katanya.

Wakil Ketua Umum MUI, KH Muhammad Cholil Nafis, turut memberikan pesan kepada TNI agar fokus pada tugas kemanusiaan.

“Jangan sampai TNI menjadi pasukan yang berhadapan dengan pejuang kemerdekaan Palestina. Semoga misi ini sukses dan pasukan kembali dengan selamat,” kata Kiai Cholil.

Sementara itu, Ketua PBNU, KH Ahmad Fahrur Rozi, menekankan pengiriman TNI sebagai bentuk solidaritas Indonesia dan implementasi UUD 1945 dalam menjaga ketertiban dunia. Namun, ia menilai, pasukan dengan fokus medis dan konstruksi lebih tepat dikirim.

“Rakyat Gaza saat ini lebih membutuhkan bantuan pemulihan infrastruktur dan kesehatan daripada tambahan pasukan tempur,” jelas Gus Fahrur, panggilan akrabnya.

Anggota DPR RI, Sukamta, menekankan agar pelibatan TNI berorientasi pada misi kemanusiaan dan stabilisasi, bukan operasi tempur. Katanya, setiap pengiriman pasukan harus memiliki landasan hukum jelas dan mandat internasional yang terlegitimasi, idealnya melalui koordinasi dengan PBB.

“Indonesia konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dan perlindungan warga sipil di Gaza. Kontribusi TNI harus memperkuat perdamaian, bukan menambah kompleksitas konflik,” kata Sukamta.

Wakil Panglima TNI, Jenderal Tandyo Budi Revita, memastikan personel yang dikirim adalah prajurit berpengalaman dalam misi luar negeri.

“Kami akan mengirim prajurit yang pernah bertugas di UNIFIL Lebanon sejak 2008. Mereka lebih siap memahami medan dan berkomunikasi dengan masyarakat setempat,” ujar Jenderal Tandyo, Selasa, 10 Februari 2026.

Dengan pengalaman sebelumnya, TNI berharap kehadirannya di Gaza dapat membawa dampak positif bagi masyarakat, sambil menjaga reputasi Indonesia dalam misi perdamaian dunia. ***