Sudah Diperingatkan Nabi SAW, Sungai Eufrat Terancam Kering

Sungai Eufrat dan Tigris yang menjadi cradle peradaban terancam mengering pada 2040, berdampak pada 60 juta penduduk. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Dua sungai besar di Timur Tengah, Sungai Eufrat dan Sungai Tigris, sejak lama dikenal sebagai fondasi peradaban manusia.

Arkeolog menyebut kawasan di antara kedua sungai itu sebagai Mesopotamia. Wilayah ini melahirkan kota-kota awal seperti Uruk dan Babilonia.

Kini, sebagian besar kawasan tersebut berada di wilayah Irak modern. Namun, sumber kehidupan itu kini menghadapi ancaman serius. Sejumlah laporan memperkirakan aliran Eufrat dan Tigris berpotensi mengering pada 2040.

Dalam tradisi Islam, fenomena ini pernah disinggung oleh Nabi Muhammad SAW. Salah satu hadis menyebut mengeringnya Sungai Eufrat sebagai tanda akhir zaman.

“Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum Sungai Eufrat mengering dan menyingkap gunung emas,” (HR Muslim 2894).

Secara geografis, Sungai Eufrat mengalir melintasi Turki, Suriah, dan Irak sebelum bermuara di Teluk Persia. Sistem ini menjadi salah satu sumber air utama di Asia Barat.

Bersama Sungai Tigris, kawasan tersebut membentuk wilayah subur yang menopang kehidupan sejak ribuan tahun lalu.

Namun, laporan Kementerian Sumber Daya Air Irak pada 2021 memperingatkan ancaman kekeringan kian nyata.

“Penurunan debit air dipicu perubahan iklim dan berkurangnya curah hujan,” demikian isi laporan tersebut.

Kajian yang dikutip IFL Science menyebut aliran kedua sungai telah menyusut hampir setengah dalam beberapa dekade terakhir.

Data citra satelit menunjukkan sekitar 144 kilometer kubik air tawar hilang dalam periode 2003–2013.

Dampaknya tidak kecil. Sekitar 60 juta orang bergantung pada sistem sungai ini untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Sebagian besar populasi terdampak berada di Turki dan Irak. Kondisi ini meningkatkan risiko krisis air di kawasan tersebut.

Para peneliti menilai, tanpa pengelolaan terpadu dan mitigasi iklim, krisis air di wilayah ini akan semakin sulit dikendalikan. ***