Wamenhaj Imbau Jemaah Tak Forsir Diri Jelang Puncak Haji

Wamenhaj RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jemaah haji Indonesia tidak memforsir ibadah dan menjaga kondisi fisik jelang puncak haji di Armuzna. (Foto: Int/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Wakil Menteri Haji (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengingatkan jemaah haji Indonesia agar tidak memaksakan diri dalam beribadah menjelang puncak pelaksanaan haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Dahnil menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dengan memperbanyak istirahat agar jemaah tetap prima saat menghadapi rangkaian ibadah utama.

“Untuk jemaah kita berharap fokus persiapan puncak haji, istirahat yang cukup,” ujar Dahnil di Asrama Haji Pondok Gede, Selasa, 12 Mei 2026.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang diterimanya, jemaah yang meninggal dunia tidak didominasi oleh kelompok lanjut usia, melainkan juga usia produktif.

“Yang wafat itu bukan mayoritas lansia. Justru orang-orang yang berusia 40-50 tahun. Kenapa? Karena rata-rata merasa sehat, kemudian memforsir kegiatan ibadah,” katanya.

Menurut Dahnil, kondisi tersebut kerap terjadi karena jemaah merasa mampu secara fisik sehingga meningkatkan aktivitas ibadah secara berlebihan tanpa memperhatikan batas kemampuan tubuh.

Akibatnya, kelelahan berlebih dapat menurunkan daya tahan tubuh dan memicu penyakit yang berujung pada risiko fatal.

“Tanpa sadar kemudian akhirnya tenaga berkurang, penyakit muncul, kecapean akhirnya ada yang wafat,” ujarnya.

Dahnil pun kembali menegaskan agar jemaah lebih bijak mengatur energi dan memprioritaskan kesiapan fisik menjelang puncak ibadah haji.

“Menjelang puncak haji, istirahat yang cukup, fokus persiapan untuk kegiatan di Arafah,” katanya. ***