Presiden Prabowo Akan Buka Kongres Umat Islam Indonesia

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan membuka Kongres Umat Islam Indonesia VIII pada 24 Juli 2026. Forum MUI ini diikuti 87 organisasi Islam membahas isu strategis nasional. (Foto: YouTube Setpres RI)

SerambiMuslim.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan membuka Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII pada Jumat, 24 Juli 2026. Pembukaan forum yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu akan berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, sekitar pukul 16.00 WIB.

KUII VIII digelar selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Juli 2026. Tahun ini, kongres mengusung tema “Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat” sebagai semangat memperkuat persatuan umat dan kontribusi terhadap pembangunan bangsa.

“Acara ini akan dibuka oleh Presiden, yaitu pada tanggal 24 Juli kira-kira jam 16.00. Setelah itu dilanjutkan dengan sidang pleno-pleno,” kata Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI, KH Marsudi Syuhud, Rabu, 22 Juli 2026.

Marsudi menjelaskan, KUII merupakan amanat organisasi yang diselenggarakan sedikitnya sekali dalam lima tahun. MUI berperan sebagai rumah besar yang menaungi berbagai organisasi Islam sehingga memiliki tanggung jawab memfasilitasi pelaksanaan kongres.

“Kongres Umat Islam Indonesia ini akan diikuti oleh organisasi-organisasi Islam yang jumlahnya kurang lebih 87 organisasi. Kenapa dilakukan oleh MUI? Karena organisasi-organisasi Islam itu berada dalam satu umbrella, satu rumah besar, yaitu Majelis Ulama Indonesia,” ujarnya.

Marsudi yang juga menjabat Ketua Steering Committee (SC) KUII VIII 2026 menegaskan kongres bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang musyawarah untuk menyampaikan gagasan, pandangan, serta masukan kepada pemerintah.

“Membangun bangsa adalah sebuah keharusan. Maka kritik itu biasa jika nanti di dalam kongres ini ada masukan-masukan terhadap pemerintah,” sambung Kiai Marsudi.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti sejumlah sidang pleno yang menghadirkan menteri, pimpinan lembaga negara, aparat penegak hukum, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan sesuai bidang pembahasan.

Kongres akan membahas berbagai isu strategis, mulai dari penguatan demokrasi, pembangunan nasional, politik dan keamanan, kekuasaan kehakiman, ketahanan pangan, pertahanan negara, ekonomi, energi, pendidikan, penegakan hukum, hingga dinamika geopolitik global.

Selain organisasi Islam, MUI juga mengundang perwakilan non-Muslim pada pembukaan kongres. Unsur pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya turut dilibatkan untuk memperkaya perspektif dalam pembahasan isu-isu kebangsaan.

Hasil pembahasan tersebut diharapkan melahirkan rekomendasi strategis yang dapat memperkuat kemaslahatan bangsa, sekaligus menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan di berbagai sektor.

“Tujuannya adalah untuk kemaslahatan bangsa dan anak bangsanya,” tandasnya. (*)