SerambiMuslim.com – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia menjadi satu-satunya delegasi asal Indonesia dalam National Muslim Mental Health Summit di Inggris.
Forum internasional tersebut membahas tantangan kesehatan mental yang dihadapi komunitas muslim serta upaya memperkuat layanan pendampingan berbasis komunitas.
Mengutip laman resmi Muhammadiyah, forum yang diselenggarakan oleh Muslim Council of Britain (MCB) berlangsung di University of East London pada Sabtu pekan kemarin. Kegiatan itu dihadiri lebih dari 400 peserta dari organisasi muslim, praktisi kesehatan mental, akademisi, pembuat kebijakan, hingga lembaga layanan kesehatan mental berbasis komunitas di Britania Raya.
Selama pertemuan, para peserta bertukar pandangan mengenai berbagai persoalan kesehatan mental yang dihadapi muslim di Inggris. Diskusi juga berfokus pada strategi memperluas akses layanan kesehatan mental yang lebih inklusif dan efektif.
Forum tersebut memaparkan masih besarnya kesenjangan akses layanan kesehatan mental bagi komunitas muslim di Britania Raya. Dari sekitar empat juta muslim yang tinggal di Inggris, hanya 2,6 persen pasien muslim yang dirujuk ke layanan NHS Talking Therapies pada periode 2021–2022 berhasil menyelesaikan terapi.
Data lain dari Muslim Youth Helpline menunjukkan rendahnya pemanfaatan layanan kesehatan mental di kalangan generasi muda muslim. Survei terhadap lebih dari 1.000 muslim berusia 16-30 tahun mencatat hanya 13 persen responden yang membutuhkan layanan kesehatan mental pernah berkonsultasi dengan konselor profesional.
Ketua PCIM Britania Raya dan Irlandia, Ince Dian Aprilyani Azir, mengatakan forum tersebut membuka wawasan baru mengenai pentingnya pendekatan kesehatan mental berbasis data dan riset.
“Hari ini saya banyak belajar tentang kesehatan mental, tidak hanya dari perspektif agama, tetapi juga berdasarkan data dan hasil riset yang komprehensif,” ujarnya.
Menurut Ince, keikutsertaan Muhammadiyah dalam forum internasional itu menjadi kesempatan untuk memperkaya pengetahuan terkait penanganan isu kesehatan mental di komunitas muslim.
Pengalaman dan pembelajaran dari forum tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam mengembangkan layanan, edukasi, serta pendampingan kesehatan mental di lingkungan masyarakat, termasuk di Indonesia. (*)







