Usai Pimpin PBNU, Gus Yahya Fokus Dialog Antaragama

Usai tak lagi memimpin PBNU, Gus Yahya akan fokus memperkuat dialog antaragama dan gerakan Humanitarian Islam. (Foto: Istimewa)

SerambiMuslim.com – Ketua Umum PBNU 2021-2026 KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) akan kembali fokus pada dialog antaragama.

Gus Yahya juga akan memperkuat gerakan Islam Kemanusiaan atau Humanitarian Islam setelah tak lagi memimpin PBNU.

Fokus tersebut akan dijalankan melalui sejumlah lembaga internasional yang telah didirikannya. Salah satunya adalah Center for Shared Civilizational Values (CSCV) atau Pusat Nilai-Nilai Peradaban Bersama.

“Yayasan yang didirikan oleh saya, yang bertindak sebagai sekretariat permanen untuk mengurusi dan mengelola pergerakan global forum Religion of Twenty (R20) adalah Center for Shared Civilizational Values (CSCV) atau Pusat Nilai-Nilai Peradaban Bersama,” kata Gus Yahya di Jombang, Selasa, 1 September 2026.

Menurut Gus Yahya, CSCV berperan sebagai sekretariat permanen yang mengelola pergerakan global forum R20.

Forum tersebut mempertemukan pemimpin agama dari berbagai negara untuk membangun dialog mengenai nilai-nilai peradaban bersama.

Dirikan Yayasan Global di AS

Selain CSCV, Gus Yahya juga merupakan pendiri yayasan keagamaan global yang berbasis di Amerika Serikat (AS). Yayasan tersebut bernama Bayt ar-Rahmah Li ad-Da’wa al-Islamiyah Rahmatan li al-‘Alamin.

“Selain CSCV, saya juga merupakan pendiri dari yayasan keagamaan global berbasis di Amerika Serikat bernama Bayt ar-Rahmah,” ujar dia.

Menurut Gus Yahya, kedua lembaga tersebut selama ini bekerja sama dengan PBNU.

Kerja sama itu dilakukan untuk mengembangkan gerakan Humanitarian Islam dan forum dialog lintas agama. Forum tersebut melibatkan pemimpin agama dari berbagai negara.

Gus Yahya juga mengungkapkan agenda internasional setelah menyelesaikan tugas sebagai Ketua Umum PBNU. Dia berencana ke Amerika Serikat pada Desember 2026.

Kunjungan tersebut akan diisi dengan sejumlah pertemuan dan dialog bersama tokoh lintas agama.

“Desember bertolak ke Amerika untuk serangkaian kunjungan dan dialog dengan sejumlah tokoh antaragama,”kata dia. (*)