Universitas Al-Qarawiyyin, Kampus Islam Tertua di Dunia

Universitas Al-Qarawiyyin di Fez, Maroko, diakui sebagai kampus Islam tertua sekaligus universitas tertua di dunia yang masih beroperasi sejak tahun 859 M. (Foto: iStockphoto)

SerambiMuslim.com – Peradaban Islam telah melahirkan banyak pusat ilmu pengetahuan yang menjadi rujukan dunia. Salah satu warisan intelektual paling berharga adalah Universitas Al-Qarawiyyin di Fez, Maroko, yang diakui sebagai kampus Islam tertua di dunia sekaligus universitas tertua yang masih aktif beroperasi hingga kini.

Universitas Al-Qarawiyyin telah menyelenggarakan pendidikan secara berkelanjutan sejak didirikan pada tahun 859 M. Keberlangsungannya diakui oleh UNESCO dan Guinness World Records sebagai universitas tertua di dunia yang masih aktif.

Didirikan Fatima al-Fihri pada Tahun 859 M

Universitas Al-Qarawiyyin berawal dari pembangunan Masjid Al-Qarawiyyin yang didirikan pada 859 M oleh Fatima al-Fihri, seorang perempuan muslim yang merupakan putri saudagar kaya asal Kairouan, Tunisia.

Setelah menetap di Fez, Maroko, ia menggunakan harta warisannya untuk membangun masjid yang sekaligus menjadi pusat pendidikan bagi masyarakat.

Masjid tersebut awalnya berukuran sekitar 30 meter dengan bangunan sederhana yang terdiri atas ruang salat empat lorong, sebuah menara di bagian belakang, dan halaman luar. Seiring waktu, tempat ibadah ini berkembang menjadi salah satu pusat keilmuan Islam paling berpengaruh di dunia.

Pada masa awal, Al-Qarawiyyin menjadi pusat pembelajaran ilmu-ilmu keislaman seperti hadits, tafsir, dan fikih. Perkembangannya kemudian mencakup berbagai disiplin ilmu lain, mulai dari logika, matematika, astronomi, kedokteran, filsafat, hingga tata bahasa. Tradisi tersebut mencerminkan luasnya cakupan pendidikan dalam peradaban Islam.

Berkembang Menjadi Universitas

Masjid Al-Qarawiyyin mengalami perluasan pertama pada 956 M dengan dukungan Abdul-Rahman III, penguasa Kekhalifahan Cordoba di wilayah selatan Spanyol saat itu. Renovasi tersebut memperluas ruang salat, memindahkan halaman, serta memindahkan menara ke sisi utara masjid.

Menurut tradisi setempat, perubahan itu menjadi awal kebiasaan muazin mengumandangkan azan dari puncak menara. Tidak ada masjid lain di Kota Fez yang mengumandangkan azan sebelum Masjid Al-Qarawiyyin melakukannya.

Renovasi besar kembali dilakukan pada abad ke-12 dan abad ke-16. Setelah serangkaian perluasan, panjang bangunan mencapai sekitar 83 meter dengan 21 lorong ruang salat, lima kubah, serta halaman barat yang dilengkapi tiga air mancur marmer dan lantai berubin putih-biru.

Saat ini, masjid tersebut menjadi bagian utama kompleks Universitas Al-Qarawiyyin yang juga mencakup gedung akademik dan perpustakaan. Kompleks ini mampu menampung sekitar 22.000 jamaah sehingga menjadi salah satu masjid terbesar di Afrika.

Seiring berkembangnya sistem pendidikan, Al-Qarawiyyin bertransformasi menjadi universitas dengan sistem pembelajaran yang semakin terstruktur.

Diakui sebagai Universitas Tertua di Dunia

Banyak orang menganggap universitas tertua berada di Eropa, seperti Universitas Bologna di Italia atau Universitas Oxford di Inggris. Namun, kedua institusi tersebut baru berdiri beberapa abad setelah Al-Qarawiyyin.

Universitas Bologna didirikan pada 1088, sedangkan Universitas Oxford mulai berkembang pada akhir abad ke-11. Sebaliknya, Al-Qarawiyyin telah berdiri sejak 859 M dan terus menjalankan aktivitas akademik tanpa terputus hingga sekarang.

Karena keberlangsungan operasinya, UNESCO dan Guinness World Records mengakui Al-Qarawiyyin sebagai universitas tertua di dunia yang masih aktif beroperasi.

Melahirkan Tokoh-Tokoh Besar

Selama lebih dari 11 abad, Universitas Al-Qarawiyyin menjadi tempat belajar dan pusat pertukaran ilmu pengetahuan bagi tokoh-tokoh dari dunia Islam maupun Eropa.

Berdasarkan World History, sejumlah tokoh yang memiliki hubungan dengan Al-Qarawiyyin antara lain Ibnu Khaldun, pelopor ilmu sosiologi dan penulis Muqaddimah; Musa bin Maimun, filsuf sekaligus dokter terkemuka; serta Leo Africanus, penjelajah yang memperkenalkan Afrika kepada masyarakat Eropa.

Keberadaan para cendekiawan dari berbagai latar belakang menunjukkan peran Al-Qarawiyyin sebagai pusat pertukaran ilmu pengetahuan lintas budaya dan agama.

Memiliki Perpustakaan Tertua di Dunia

Kompleks Universitas Al-Qarawiyyin juga memiliki salah satu perpustakaan tertua di dunia yang menyimpan ribuan manuskrip kuno bernilai tinggi.

Koleksinya meliputi naskah Alquran kuno, kitab-kitab fikih, astronomi, kedokteran, matematika, hingga berbagai karya ilmuwan muslim klasik. Sejumlah manuskrip telah berusia ratusan tahun dan menjadi objek penelitian akademisi dari berbagai negara.

Pemerintah Maroko juga melakukan berbagai upaya restorasi untuk menjaga kelestarian koleksi bersejarah tersebut agar tetap dapat dimanfaatkan generasi mendatang.

Hingga kini, Universitas Al-Qarawiyyin masih beroperasi sebagai institusi pendidikan tinggi di bawah pemerintah Maroko. Fokus pendidikannya meliputi ilmu-ilmu keislaman, syariah, bahasa Arab, dan studi keagamaan, serta menerima mahasiswa dari Maroko maupun berbagai negara lain. (*)