SerambiMuslim.com – Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi meluncurkan paket layanan komprehensif bagi jemaah haji asing musim 1448 H/2027 M.
Paket tersebut mengintegrasikan berbagai kebutuhan jemaah sejak tiba di Arab Saudi hingga kembali ke negara asal.
Dilansir dari kantor berita SPA, Selasa (29/9), paket baru tersebut mencakup empat layanan utama. Layanan itu meliputi pelayanan di tempat suci, fasilitas perhotelan di Makkah dan Madinah, transportasi, serta katering.
Jemaah juga dapat mengakses layanan tambahan secara opsional sesuai kebutuhan.
Seluruh layanan tersebut dapat dikontrakkan melalui satu kontrak elektronik pada platform Electronic Path.
Peluncuran paket ini ditujukan untuk memudahkan kantor dan agen urusan haji dalam menyusun program sesuai kondisi jemaah.
Melalui sistem tersebut, berbagai kebutuhan layanan yang sebelumnya melibatkan sejumlah penyedia dapat dikontrakkan secara elektronik.
Seperti dilansir Ajel.sa, seluruh proses tersebut dapat dilakukan melalui platform Electronic Path dalam satu aplikasi. Skema ini dirancang untuk menyederhanakan prosedur sekaligus menata hubungan kontraktual.
Hubungan tersebut melibatkan kantor urusan haji, agen haji dari berbagai negara, serta perusahaan penyedia layanan di Arab Saudi.
Digitalisasi kontrak juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi layanan bagi jemaah haji internasional.
Layanan tersebut akan diterapkan selama musim haji 1448 H/2027 M. Dengan model baru ini, perjalanan pelayanan jemaah dirancang sebagai satu rangkaian terpadu.
Rangkaian tersebut dimulai sejak kedatangan jemaah hingga proses kepulangan ke negara asal.
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyebut peluncuran paket ini sebagai bagian dari persiapan awal musim haji 1448 H/2027 M. Kebijakan tersebut juga disebut selaras dengan Visi Saudi 2030 dan Program Pengalaman Jemaah.
Digitalisasi penyelenggaraan haji melalui sistem baru ini tidak lagi terbatas pada proses administratif.
Integrasi layanan mulai diarahkan hingga pengadaan berbagai kebutuhan utama yang digunakan jemaah selama berada di Tanah Suci.
Dengan sistem tersebut, Arab Saudi mengembangkan pola penyelenggaraan haji berbasis layanan terintegrasi.
Model ini memungkinkan berbagai kebutuhan jemaah dikelola melalui satu mekanisme kontrak elektronik. (*)







