SerambiMuslim.com – PBNU dan Kedutaan Besar Qatar untuk Indonesia menjajaki kerja sama pendidikan serta ekonomi pesantren.
Kerja sama tersebut mencakup beasiswa kader NU, pertukaran guru dan pelajar, hingga pemasaran produk pesantren.
Penjajakan dilakukan dalam pertemuan PBNU dengan Kedutaan Besar Qatar untuk Indonesia.
Sekretaris Jenderal PBNU H Gudfan Arif berharap pembahasan tersebut berlanjut menjadi kerja sama konkret.
“Mungkin ke depan kita akan ada sinergi, akan ada kerja sama yang akan kita tuangkan dalam kesepakatan formal terkait masalah ekonomi, masalah beasiswa, hingga masalah pariwisata,” kata Sekretaris Jenderal PBNU H Gudfan Arif , Rabu (7/10/2026).
Gudfan menilai kedekatan agama dan budaya menjadi modal penting dalam membangun kemitraan.
Menurutnya, kerja sama tersebut dapat dikembangkan, khususnya dalam bidang pendidikan pesantren.
PBNU Usulkan Beasiswa dan Pertukaran Pelajar
Dalam pertemuan tersebut, PBNU mengusulkan program beasiswa bagi kader NU yang ingin menempuh pendidikan di Qatar. Program tersebut diharapkan membuka peluang bagi pesantren mengirimkan santri untuk belajar di Qatar.
Kerja sama itu juga dinilai dapat memperkuat hubungan antara PBNU dan berbagai lembaga di Qatar.
Ketua PBNU H Basnang Said turut mengusulkan pertukaran guru dan pelajar. Usulan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak Kedutaan Besar Qatar.
Pihak Kedubes Qatar menyampaikan, tindak lanjut kerja sama harus mengikuti peraturan yang berlaku. Proses tersebut dapat dilakukan melalui nota diplomatik antara kedua pihak.
Ia juga menawarkan untuk mempertemukan PBNU dengan lembaga amal di Qatar. Pertemuan itu diharapkan dapat membuka peluang kemitraan baru bagi pengembangan pesantren.
Produk Pesantren Berpeluang Masuk Pasar Qatar
Selain sektor pendidikan, PBNU dan Qatar membahas potensi kerja sama ekonomi. Kedua pihak bertukar informasi mengenai potensi dan kebutuhan masing-masing.
Gudfan menyebut sejumlah pesantren telah mengembangkan usaha yang berpotensi menembus pasar Qatar. Beberapa di antaranya bergerak dalam usaha kopi dan industri rumahan.
Produk tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan dan dipasarkan di Qatar. Namun, pembahasan tersebut masih berada pada tahap penjajakan awal.
PBNU berencana menindaklanjuti peluang tersebut melalui kerangka kerja sama resmi.
Kedubes Qatar Serahkan 1.000 Mushaf Al-Qur’an
Dalam kunjungan tersebut, Kedutaan Besar Qatar juga menyerahkan 1.000 eksemplar mushaf Al-Qur’an kepada PBNU. Mushaf tersebut tersedia dalam tiga ukuran, yakni besar, sedang, dan kecil.
Mushaf tersebut akan dibagikan kepada sejumlah pondok pesantren. Sebagian lainnya juga dipertimbangkan untuk disalurkan ke masjid sekitar kantor PBNU.
Sekretaris Kedua Kedubes Qatar, Mohammed Bin Awad al-Shammari, menyampaikan apresiasi atas sambutan PBNU. Ia berharap hubungan antara Qatar dan NU dapat terus berkembang.
“Ini adalah kunjungan persaudaraan antara kami dan organisasi Nahdlatul Ulama,” ujarnya usai pertemuan.
“Kami berharap hubungan ini bisa semakin kuat, dengan izin Allah,” lanjutnya.
Penjajakan tersebut membuka peluang kerja sama PBNU dan Qatar dalam pendidikan, ekonomi, serta pengembangan pesantren. (*)







