Serambimuslim.com– Dalam kehidupan sehari-hari, upaya mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah (tenang, penuh cinta, dan kasih sayang) bukanlah perkara yang mudah.
Di tengah arus kehidupan yang semakin kompleks ini, banyak pasangan yang merasa kesulitan untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga, apalagi untuk mencapainya.
Bahkan, untuk menjaga keharmonisan dan ketenangan dalam rumah tangga saja sudah menjadi sebuah prestasi tersendiri.
Oleh karena itu, setiap keluarga perlu merenung dan bertanya kepada diri sendiri apakah mereka sudah berjalan di jalur yang benar, yakni sesuai dengan tuntunan Allah Ta’ala, atau malah justru berjalan bertentangan dengan kehendak-Nya.
Islam mengajarkan bahwa keluarga adalah institusi yang sangat penting. Keluarga yang sakinah adalah fondasi bagi kehidupan yang harmonis, baik di dunia maupun di akhirat.
Keluarga bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai lingkungan yang memiliki peran besar dalam menciptakan masyarakat yang baik dan sesuai dengan syariat Allah.
Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang mempengaruhi corak dan karakter masyarakat itu sendiri.
Oleh karena itu, rumah tangga dalam Islam harus menjadi tempat yang aman, bahagia, dan kokoh bagi setiap anggotanya.
Selain itu, rumah tangga juga harus menjadi tempat untuk membina hubungan yang penuh kasih sayang, mendiskusikan segala hal, baik suka maupun duka, serta menjadi wadah untuk mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan dan kekeluargaan.
Kasih sayang, rasa aman, dan perhatian yang diterima oleh setiap anggota keluarga, khususnya anak-anak, sangat memengaruhi perkembangan kepribadian mereka.
Seorang anak yang merasa dicintai dan dihargai dalam keluarganya akan memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan keyakinan untuk menghadapi berbagai tantangan hidup.
Ibu dan ayah adalah dua sosok yang sangat penting dalam kehidupan seorang anak. Mereka adalah orang pertama yang diharapkan bisa memberikan bimbingan dan petunjuk ketika anak menghadapi masalah atau kesulitan.
Seorang ibu, misalnya, adalah lambang kasih sayang, ketenangan, dan ketenteraman dalam rumah tangga.
Tugas ayah adalah memberikan perlindungan dan menjaga kesejahteraan keluarga, serta memberi contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Al-Qur’an sebagai landasan utama dalam kehidupan keluarga memberikan banyak petunjuk bagaimana seharusnya keluarga yang sakinah dibangun.
Dalam setiap aspek kehidupan rumah tangga, baik dalam menghadapi masalah maupun dalam mencari kebahagiaan, Islam memberikan solusi melalui wahyu yang diturunkan-Nya.
Keluarga yang sakinah adalah keluarga yang berpegang teguh pada nilai-nilai agama, mengamalkan ajaran Allah dan Rasul-Nya, serta menghindari hal-hal yang bisa merusak keharmonisan rumah tangga.
Menurut hadis Nabi Muhammad SAW, ada lima pilar utama dalam membangun keluarga sakinah yang perlu diperhatikan, antara lain:
- Memiliki Kecenderungan kepada Agama
Agama adalah fondasi utama dalam membangun rumah tangga yang sakinah. Pasangan yang saling mendukung dalam beribadah, memperkuat iman, dan menjalankan syariat Allah akan menciptakan suasana rumah tangga yang penuh berkah. - Yang Muda Menghormati yang Tua, dan yang Tua Menyayangi yang Muda
Dalam keluarga, setiap anggota harus saling menghormati, baik itu antara orang tua dan anak, maupun antar pasangan. Menghargai peran masing-masing dalam keluarga sangat penting untuk menjaga keharmonisan. - Sederhana dalam Belanja
Islam mengajarkan umatnya untuk hidup sederhana dan tidak berlebihan dalam urusan duniawi. Rumah tangga yang sakinah adalah rumah tangga yang tidak terjebak dalam hedonisme dan kemewahan yang berlebihan. - Santun dalam Bergaul
Saling menjaga tutur kata dan sikap satu sama lain adalah hal yang sangat penting dalam membangun rumah tangga yang penuh keharmonisan. Sifat santun akan menciptakan suasana yang penuh kedamaian dalam keluarga. - Selalu Introspeksi Diri
Setiap anggota keluarga, baik suami, istri, maupun anak-anak, harus memiliki sikap introspeksi diri, mengevaluasi setiap tindakan, serta selalu memperbaiki kekurangan dalam menjalani kehidupan bersama.
Berikut ini adalah beberapa konsep penting dalam membangun keluarga yang sakinah:
- Memilih Calon Pasangan dengan Tepat
Pemilihan pasangan hidup yang tepat merupakan langkah pertama menuju keluarga yang sakinah. Pasangan yang ideal adalah mereka yang beragama Islam, berakhlak mulia, dan mampu memberikan kesejahteraan dalam kehidupan rumah tangga. Rasulullah SAW bersabda: “Perempuan dinikahi karena empat hal: harta, kecantikan, kedudukan, dan agama. Pilihlah yang beragama, niscaya kamu akan bahagia.” (HR. Bukhari dan Muslim). - Mawaddah dan Rahmah dalam Keluarga
Mawaddah adalah cinta yang penuh dengan kehangatan dan kasih sayang, sementara rahmah adalah cinta yang lembut dan siap berkorban. Sebuah keluarga yang sakinah harus memiliki kedua jenis cinta ini. Firman Allah dalam Surah Ar-Rum ayat 21:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih dan sayang.” - Saling Mengerti dan Komunikasi yang Baik
Pemahaman yang baik antara suami dan istri sangat penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Setiap pasangan harus memahami latar belakang, sifat, dan kebutuhan pasangannya agar dapat menjalin komunikasi yang efektif dan menghindari kesalahpahaman. - Saling Mempercayai
Kepercayaan adalah dasar dari kehidupan rumah tangga yang harmonis. Tanpa kepercayaan, hubungan suami-istri akan penuh dengan kecurigaan dan konflik. Dalam Islam, saling percaya adalah salah satu pondasi utama dalam membina keluarga yang sakinah. - Menghindari Pertikaian
Pertikaian yang terus menerus akan merusak keharmonisan keluarga. Oleh karena itu, baik suami maupun istri harus berusaha menghindari perselisihan yang bisa merusak kedamaian rumah tangga. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Laki-laki terbaik di antara umatku adalah yang terbaik dalam perlakuannya terhadap keluarganya.” (HR. Tirmidzi). - Menjaga Aqidah yang Benar
Aqidah yang benar adalah pondasi utama dalam kehidupan rumah tangga. Setiap anggota keluarga harus menjaga keimanan mereka dan menjauhi segala bentuk syirik atau kesesatan dalam beragama. Keluarga yang memiliki aqidah yang benar akan selalu mendapat petunjuk dan keberkahan dari Allah.
Membangun keluarga sakinah memang bukanlah perkara yang mudah. Dibutuhkan kesabaran, pengorbanan, dan kerja sama yang baik antara suami dan istri.
Namun, dengan mengikuti petunjuk dan konsep-konsep yang telah diajarkan dalam Islam, insya Allah cita-cita untuk memiliki keluarga yang bahagia dan sejahtera dalam ridha Allah dapat terwujud.
Keluarga yang sakinah bukan hanya menjadi kebahagiaan dunia, tetapi juga menjadi jalan menuju kebahagiaan di akhirat.
Sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa rumah yang penuh dengan ketakwaan adalah seperti surga di dunia.
Semoga kita semua dapat mewujudkan keluarga sakinah yang sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya.












