SerambiMuslim.com – Setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan dan merayakan Hari Raya Idulfitri pada 1 Syawal, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan amalan dengan menunaikan puasa sunnah di bulan Syawal.
Dalam ajaran Islam, puasa Syawal memiliki hukum sunnah, namun memiliki nilai keutamaan yang besar sebagai penyempurna ibadah Ramadan. Anjuran ini didasarkan pada hadis Rasulullah SAW:
مَنْ صَامَ رَمَضانَ ثُمَّ أَتَبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كانَ كصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya: “Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian melanjutkannya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR Muslim).
Jadwal Puasa Syawal 2026
Puasa Syawal dapat dilakukan selama enam hari di bulan Syawal. Sebagian besar ulama menganjurkan pelaksanaannya secara berurutan, dimulai dari tanggal 2 Syawal hingga 7 Syawal.
Mengacu pada pendapat Imam An-Nawawi dalam kitab Minhaj al-Thalibin wa ‘Umdah al-Muftin, pelaksanaan secara berturut-turut dinilai lebih utama.
Pada tahun ini, 2 Syawal 1447 H bertepatan dengan Selasa, 22 Maret 2026. Dengan demikian, puasa Syawal dapat dilaksanakan pada tanggal 22 hingga 27 Maret 2026.
Meski demikian, terdapat pula pandangan lain. Dalam kitab Maraqi Al-Falah, Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa puasa Syawal lebih baik dilakukan secara terpisah. Hal ini dimaksudkan agar tidak menimbulkan anggapan bahwa puasa tersebut bersifat wajib seperti Ramadan.
Bacaan Niat Puasa Syawal
Berikut adalah lafaz niat puasa Syawal:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatis Syawwali lillahi ta’ala
Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”
Waktu Niat Puasa
Berbeda dengan puasa wajib, niat puasa sunnah Syawal memiliki waktu yang lebih fleksibel. Niat dapat dilakukan sejak malam hari setelah Maghrib hingga sebelum waktu Dzuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Dengan memahami tata cara dan waktunya, diharapkan umat Islam dapat mengamalkan puasa Syawal secara optimal sebagai bentuk penyempurna ibadah Ramadan. ***







