Seluruh Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Arab Saudi

Kemenhaj memastikan seluruh jemaah haji Indonesia telah tiba di Arab Saudi. Fokus kini diarahkan pada persiapan puncak ibadah haji di Armuzna 2026. (Foto: Int/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan seluruh jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.

Dengan tuntasnya fase keberangkatan dari Tanah Air, kini fokus layanan beralih pada persiapan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha menyatakan bahwa seluruh layanan di Tanah Suci terus dimatangkan agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, tertib, dan nyaman.

“Alhamdulillah, memasuki hari ke-32 masa operasional haji, seluruh jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Saat ini fokus layanan PPIH Arab Saudi adalah mematangkan persiapan Armuzna,” ujar Ichsan di Makkah, Jumat, 22 Mei 2026.

Persiapan tersebut mencakup penempatan jemaah, kesiapan tenda, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, perlindungan, hingga penempatan petugas di lapangan.

Data Keberangkatan Jemaah Haji

Berdasarkan data operasional terbaru, sebanyak 527 kloter dengan 202.643 jemaah dan 2.097 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi.

Dari jumlah tersebut, 253 kloter telah mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, sementara 518 kloter telah tiba di Makkah. Selain itu, 16.359 jemaah haji khusus juga telah lebih dahulu berada di Arab Saudi.

Ichsan menegaskan, fase Armuzna merupakan tahapan paling padat dan krusial dalam rangkaian ibadah haji. Karena itu, jemaah diminta mulai menghemat tenaga dan mengikuti seluruh arahan petugas.

“Armuzna membutuhkan kesiapan fisik, kedisiplinan, dan kepatuhan terhadap skema layanan. Kami mengimbau jemaah mengurangi aktivitas yang tidak mendesak,” katanya.

Larangan Atribut KBIHU di Tenda

Terkait penempatan jemaah di Arafah dan Mina, Kemenhaj menegaskan agar seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) tidak memasang atribut, spanduk, atau penanda apa pun di area tenda.

“Tidak boleh ada pihak mana pun membuat penanda sendiri di luar pengaturan resmi. Jika ditemukan, akan langsung dicabut,” tegas Ichsan.

Ia menambahkan, aturan tersebut penting untuk menjaga ketertiban, menghindari kebingungan jemaah, dan memastikan skema layanan Armuzna berjalan sesuai rencana.

Pengaturan Bus Shalawat

Kemenhaj juga mengatur layanan Bus Shalawat yang sementara waktu dibatasi. Pada Jumat, 22 Mei 2026, layanan dari hotel ke Masjidil Haram hanya beroperasi hingga pukul 07.00 waktu Arab Saudi, sementara dari Masjidil Haram ke hotel hingga pukul 18.00.

Setelah itu, layanan dihentikan sementara dan akan kembali beroperasi pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 01.00 waktu Arab Saudi.

“Setelah itu, Bus Shalawat dihentikan sementara untuk mendukung pengaturan transportasi menjelang Armuzna,” jelasnya.

Imbauan Kepedulian Sesama Jemaah

Ichsan juga mengajak jemaah dan petugas untuk saling membantu, terutama bagi lansia, penyandang disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.

“Keselamatan jemaah adalah tanggung jawab bersama. Segera bantu jika melihat jemaah yang kesulitan,” pesannya.

Kemenhaj memastikan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi serta seluruh petugas terus diperkuat demi kelancaran ibadah puncak haji. (*)