Dilarang Puasa di Hari Tasyrik dan Amalan yang Dianjurkan

Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Iduladha yang memiliki larangan puasa dan sejumlah amalan dianjurkan seperti kurban, zikir, dan doa. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Hari Tasyrik merupakan tiga hari setelah Hari Raya Iduladha. Hari ini jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Pada 1447 Hijriah, Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 28 hingga 30 Mei 2026. Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan rasa syukur pada periode tersebut.

Selama Hari Tasyrik, umat Islam dilarang melakukan puasa. Larangan berlaku untuk puasa wajib maupun puasa sunnah.

Namun, terdapat pengecualian bagi yang tidak mendapatkan hewan kurban. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW.

“Tidak diperkenankan berpuasa pada hari tasyrik kecuali bagi yang tidak mendapatkan hewan kurban.” (HR Bukhari No. 1859).

Jemaah haji pada hari tersebut berada di Mina. Mereka melaksanakan rangkaian ibadah lempar jumrah.

Sementara itu, umat Islam yang tidak berhaji dianjurkan berkurban. Ibadah kurban menjadi bentuk syukur kepada Allah SWT.

Amalan yang Dianjurkan pada Hari Tasyrik

Pertama, menyembelih hewan kurban bagi yang mampu. Kurban menjadi bentuk kepedulian sosial kepada sesama.

Daging kurban dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Hewan kurban wajib memenuhi syarat syariat Islam.

Kedua, memperbanyak makan dan minum sebagai bentuk syukur. Hari Tasyrik disebut sebagai hari makan dan minum.

Rasulullah SAW bersabda bahwa hari tersebut adalah waktu makan dan minum. Karena itu, umat Islam dilarang berpuasa pada periode ini.

Dalam riwayat Abu Hurairah RA disebutkan larangan serupa. Hari tersebut adalah waktu makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.

Ketiga, memperbanyak zikir dan takbir kepada Allah SWT. Amalan ini dianjurkan dalam Alquran dan hadis Nabi Muhammad SAW.

Allah SWT berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 203.

“Dan berdzikirlah dengan menyebut nama Allah pada hari yang berbilang.”

Ibnu Abbas menafsirkan hari tersebut sebagai Hari Tasyrik. Takbir dianjurkan setelah salat fardu selama periode ini.

Keempat, memperbanyak doa, termasuk doa sapu jagat. Doa tersebut berisi permohonan kebaikan dunia dan akhirat.

“Ya Tuhan kami, berilah kebaikan di dunia dan akhirat serta lindungi dari siksa neraka.” (QS Al-Baqarah: 201).

Doa ini juga diriwayatkan sering dibaca Rasulullah SAW. (*)