Fikih  

Hadits: Orang Miskin Masuk Surga 500 Tahun Lebih Dahulu

Hadits Rasulullah SAW menyebut orang miskin akan masuk surga 500 tahun lebih dahulu daripada orang kaya. Simak penjelasan ulama dan dalil Alquran. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Islam memberikan keutamaan kepada hamba yang hidup dalam keterbatasan harta, tetapi tetap beriman dan taat kepada Allah SWT.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang-orang fakir dari kalangan muslim akan masuk surga lebih dahulu dibandingkan orang-orang kaya, bahkan terpaut setengah hari di akhirat atau setara 500 tahun.

Keutamaan tersebut diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda:

يَدْخُلُ فُقَرَاءِ الْمُسْلِمِينَ الْجَنَّةَ قَبْلَ أَغْنيائهم بنصف يوم وهو حمس مائة عام.

Artinya: “Orang-orang fakir dari kaum muslimin masuk surga setengah hari, yaitu lima ratus tahun sebelum orang-orang kaya dari mereka.” (HR Ahmad)

Menurut Imam an-Nawawi dalam An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim, hadits tersebut juga diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Muhammad bin Amr At-Tirmidzi serta dinilai berstatus hasan shahih.

Sementara itu, Imam Syamsuddin Al-Qurthubi dalam At-Tadzkirah mengutip sebuah riwayat yang menggambarkan orang-orang fakir yang taat kepada Allah SWT akan dipersilakan masuk surga tanpa melalui hisab harta karena selama hidup mereka tidak memiliki kekayaan yang harus dipertanggungjawabkan.

Dalam riwayat tersebut, ketika malaikat meminta mereka kembali untuk dihisab, orang-orang fakir menjawab bahwa mereka tidak memiliki harta yang digenggam atau dibelanjakan, juga bukan pemimpin yang harus mempertanggungjawabkan kekuasaan. Mereka hanya menjalankan perintah Allah SWT hingga ajal menjemput.

Riwayat itu kemudian ditutup dengan perintah kepada mereka untuk memasuki surga sebagai balasan terbaik bagi orang-orang yang beramal.

Meski demikian, para ulama menjelaskan bahwa sanad riwayat tersebut berstatus dhaif karena terdapat perawi bernama Abdul Wahab bin Al-Warad yang dinilai majhul atau tidak dikenal.

Mayoritas Penghuni Surga adalah Orang Miskin

Selain masuk lebih dahulu, Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa mayoritas penghuni surga adalah orang-orang miskin. Keterangan ini bersumber dari hadits shahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Usamah bin Zaid.

قُمْتُ عَلَى بَاب الْجَنَّةِ فَإذا عامة من دخلها المساكين وقُمْتُ عَلَى باب النار فإذا عامة من دخلها النساء.

Artinya: “Aku pernah berdiri di pintu surga, dan ternyata kebanyakan yang memasukinya adalah orang-orang miskin. Dan aku telah berdiri di pintu neraka, dan ternyata kebanyakan yang memasukinya adalah kaum wanita.”

Imam Muslim juga meriwayatkan hadits serupa dari Ibnu Abbas RA dengan redaksi:

أَنَّ رَسُولَ الله إطلع في النار فرأى أكثر أهلها النساء واطلع في الْجَنَّةِ فَرَأَى أَكْثَرُ أَهْلِهَا الْفُقَرَاء.

Artinya: “Bahwa Rasulullah SAW telah memeriksa keadaan neraka, dan ternyata beliau melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita. Dan beliau telah memeriksa pula keadaan surga, dan ternyata beliau melihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang fakir.”

Gambaran Surga dalam Alquran

Alquran menggambarkan surga sebagai tempat penuh kenikmatan yang disediakan Allah SWT bagi orang-orang bertakwa. Penghuninya memperoleh rezeki yang tidak pernah habis, hidup tanpa rasa lelah, sedih, maupun penderitaan.

Dalam Surah Shad ayat 49–54, Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang bertakwa akan memperoleh surga ‘Adn dengan pintu-pintu yang terbuka. Mereka menikmati berbagai buah-buahan, minuman, dan kenikmatan yang kekal sebagai balasan atas amal saleh mereka.

Sementara itu, Surah Al-Hijr ayat 48 menegaskan bahwa para penghuni surga tidak akan merasakan keletihan dan tidak akan pernah dikeluarkan dari dalamnya.

Artinya: “Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan tidak akan dikeluarkan darinya.” (QS Al-Hijr: 48). (*)