SerambiMuslim.com – Ayat Kursi merupakan salah satu ayat paling agung dalam Alquran yang memiliki banyak keutamaan.
Selain menegaskan keesaan dan kekuasaan Allah SWT, Ayat Kursi juga dikenal sebagai amalan yang dianjurkan dibaca sebelum tidur karena menjadi pelindung dari gangguan setan.
Ayat Kursi terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 255. Menurut sejumlah tafsir, ayat ini menjelaskan sifat-sifat Allah SWT, mulai dari keesaan-Nya, kekuasaan-Nya atas langit dan bumi, hingga ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatu. Allah SWT juga ditegaskan tidak pernah mengantuk maupun tidur.
Ayat Kursi Menjadi Pelindung dari Gangguan Setan
Keutamaan Ayat Kursi sebagai pelindung dari gangguan setan bersandar pada hadits sahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dan dipaparkan Imam an-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin.
Dikisahkan, Abu Hurairah RA mendapat amanah dari Rasulullah SAW untuk menjaga zakat fitrah Ramadan. Pada suatu malam, seorang laki-laki datang dan mengambil sebagian zakat tersebut. Abu Hurairah RA berhasil menangkapnya.
Laki-laki itu memohon agar dibebaskan dengan alasan memiliki banyak tanggungan keluarga. Karena merasa iba, Abu Hurairah RA akhirnya melepaskannya.
Keesokan paginya, Rasulullah SAW bertanya tentang kejadian tersebut. Setelah mendengar penjelasan Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda bahwa orang itu berdusta dan akan kembali lagi.
Peristiwa serupa terjadi pada malam kedua. Abu Hurairah RA kembali menangkap laki-laki tersebut, tetapi sekali lagi membebaskannya setelah mendengar permohonannya.
Pada malam ketiga, laki-laki itu kembali datang. Kali ini Abu Hurairah RA bersikeras tidak akan melepaskannya. Namun, laki-laki tersebut menawarkan sebuah amalan yang disebut membawa manfaat besar.
Ketika ditanya amalan tersebut, laki-laki itu berkata:
“Jikalau engkau hendak menempati tempat tidurmu, maka bacalah Ayat Kursi, karena sesungguhnya, kalau engkau baca, engkau akan senantiasa didampingi oleh seorang penjaga dari Allah dan engkau tidak akan didekati oleh setan hingga datang waktu pagi.”
Abu Hurairah RA kemudian membebaskannya. Keesokan harinya, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ucapan tersebut benar, meski yang mengatakannya adalah setan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya ia telah berkata benar padamu, yakni kalau membaca Ayat Kursi, maka akan terus mendapat penjagaan dari Allah, tetapi orang itu sendiri sebenarnya adalah pendusta besar. Adakah engkau mengetahui, siapakah yang engkau ajak bicara selama tiga malam berturut-turut itu?”
Abu Hurairah RA menjawab, “Tidak.” Nabi SAW kemudian berkata: “Itu adalah setan.” (HR Bukhari)
Karena itu, umat Islam dianjurkan membaca Ayat Kursi sebelum tidur sebagai salah satu amalan yang memiliki keutamaan besar.
Bacaan Ayat Kursi, Latin, dan Artinya
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥
Latin: Allāhu lā ilāha illā huw(a), al-ḥayyul-qayyūm(u), lā ta’khużuhū sinatuw wa lā naum(un), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), man żal-lażī yasyfa’u ‘indahū illā bi’iżnih(ī), ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai’im min ‘ilmihī illā bimā syā'(a), wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ(a), wa lā ya’ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm(u).
Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.” (QS Al-Baqarah: 255)
Keutamaan Ayat Kursi
Selain menjadi pelindung dari gangguan setan, Ayat Kursi memiliki sejumlah keutamaan lain berdasarkan hadits-hadits yang dipaparkan Imam as-Suyuthi dalam Al-Itqan fi Ulumil Qur’an.
1. Ayat Paling Agung dalam Alquran
Imam Muslim meriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Ayat yang paling agung di dalam Kitab Allah adalah Ayat Kursi.”
Riwayat lain dari Al-Harits bin Abu Usamah menyebut Ayat Kursi sebagai ayat paling agung dalam Surah Al-Baqarah. Sementara At-Tirmidzi dan Al-Hakim meriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa Ayat Kursi merupakan “tuannya Alquran”.
2. Setara Seperempat Alquran
Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas RA bahwa membaca Ayat Kursi memiliki keutamaan yang setara dengan seperempat Alquran.
3. Menjadi Wasilah Masuk Surga
Keutamaan lainnya adalah menjadi wasilah masuk surga bagi orang yang membacanya setelah salat wajib.
“Barang siapa membaca Ayat Kursi setiap selesai salat wajib, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian.” (HR Ibnu Hibban dan An-Nasa’i dari Abu Umamah). (*)







