Buku Istiqlal untuk Dunia Kenalkan Diplomasi Agama

Buku Istiqlal untuk Dunia diluncurkan di Rukun Festival 2026. Karya ini mengangkat Deklarasi Istiqlal dan peran Masjid Istiqlal sebagai pusat diplomasi kemanusiaan serta perdamaian global. (Foto: Istimewa)

SerambiMuslim.com – Rukun Festival 2026 menjadi panggung peluncuran buku “Istiqlal untuk Dunia,” sebuah karya yang mengangkat peran Masjid Istiqlal sebagai pusat diplomasi kemanusiaan, dialog lintas agama, dan inspirasi perdamaian global.

Buku yang ditulis Dr. Muhammad Aras Prabowo dan Farid F. Saenong serta dieditori Mas’ud Halimin ini menawarkan perspektif baru mengenai Deklarasi Istiqlal sebagai tonggak etika global yang lahir dari Indonesia untuk dunia.

Peluncuran buku karya dan tentang Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. tersebut menjadi salah satu agenda utama Rukun Festival 2026. Acara ini mempertemukan tokoh agama, akademisi, diplomat, generasi muda, serta pegiat perdamaian dari berbagai negara.

Momentum tersebut menegaskan semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai pusat diplomasi agama (religious diplomacy) yang menjadikan nilai-nilai kemanusiaan sebagai fondasi kerja sama internasional.

Penulis buku, Dr. Muhammad Aras Prabowo, mengatakan karya tersebut tidak hanya mendokumentasikan penandatanganan Deklarasi Istiqlal pada 5 September 2024, tetapi juga menawarkan peta jalan menuju peradaban dunia yang lebih damai.

“Istiqlal bukan sekadar masjid terbesar di Asia Tenggara, tetapi telah berkembang menjadi simbol harapan dunia. Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa agama dapat menjadi energi moral yang menyatukan manusia, memperkuat solidaritas global, serta membangun masa depan yang damai, adil, dan berkelanjutan,” ujar Dr. Muhammad Aras Prabowo kepada Serambimuslim.com, Senin, 13 Juli 2026.

Sementara itu, Farid F. Saenong menilai buku ini merupakan kontribusi intelektual Indonesia dalam percakapan global mengenai hubungan agama, perdamaian, dan ekologi.

“Pesan Deklarasi Istiqlal melampaui batas negara dan agama. Nilai persaudaraan, dialog, serta tanggung jawab menjaga bumi adalah bahasa universal yang dibutuhkan dunia saat ini. Kami berharap buku ini menjadi referensi akademik sekaligus inspirasi gerakan lintas iman di berbagai belahan dunia,” katanya.

Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. menyambut baik peluncuran buku tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kontribusi Indonesia dalam membangun peradaban global yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.

“Saya meyakini bahwa masa depan dunia tidak cukup dibangun melalui diplomasi politik dan ekonomi semata. Kita membutuhkan diplomasi nilai, diplomasi hati, dan diplomasi kemanusiaan yang berakar pada penghormatan terhadap martabat setiap manusia. Istiqlal untuk Dunia merupakan ikhtiar intelektual yang memperkuat peran Indonesia sebagai jembatan perdamaian dunia,” ujar Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.

Buku Istiqlal untuk Dunia mengulas Deklarasi Istiqlal dari berbagai perspektif, mulai dari sejarah, teologi, diplomasi, ekologi, hingga geopolitik global.

Dalam 16 bab, buku ini menawarkan gagasan bahwa rumah ibadah dapat bertransformasi menjadi pusat dialog peradaban, penguatan moderasi beragama, aksi kemanusiaan, serta kolaborasi lintas iman menghadapi tantangan abad ke-21.

Peluncuran buku ini diharapkan menjadi tonggak baru penguatan diplomasi agama Indonesia di tingkat global sekaligus memperkokoh posisi Masjid Istiqlal sebagai simbol persaudaraan universal dan mercusuar perdamaian dunia. (*)