SerambiMuslim.com – Menyalatkan jenazah sesama Muslim merupakan kewajiban yang memiliki kedudukan penting dalam syariat Islam. Para ulama sepakat bahwa hukum salat jenazah adalah fardhu kifayah, sehingga kewajiban tersebut gugur apabila telah dilaksanakan oleh sebagian kaum Muslim.
Dalam buku “Fiqih Praktis Jilid 1” karya Muhammad Bagir dijelaskan bahwa tanggung jawab menyalatkan jenazah berada di pundak masyarakat Muslim di sekitarnya. Karena itu, pelaksanaan salat jenazah menjadi bagian penting dalam penghormatan terakhir kepada seorang Muslim yang wafat.
Selain sebagai bentuk penghormatan, Rasulullah SAW juga menjanjikan pahala besar bagi orang yang menyalatkan jenazah.
Rasulullah SAW bersabda,
“Tidaklah seorang muslim mati lalu disalatkan oleh tiga shaf kaum muslimin melainkan doa mereka akan dikabulkan.” (HR Tirmidzi dan Abu Daud).
Keutamaan lainnya juga diberikan kepada orang yang mengiringi jenazah hingga proses pemakaman selesai.
Rasulullah SAW bersabda,
“Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dua qiroth?” Rasulullah SAW lantas menjawab, “Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar.” (HR Bukhari).
Doa untuk Orang Meninggal Laki-Laki
Dalam salat jenazah, doa untuk mayit dibaca setelah takbir ketiga dan dilanjutkan dengan doa setelah takbir keempat. Untuk jenazah laki-laki, lafal doa menggunakan kata ganti “hu” (لَهُ).
Berikut bacaan doa pendek yang dibaca setelah takbir ketiga.
اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
Latin: Allahhummaghfir lahu warhamhu wa’aafihi wa’fuanhu.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat dan sejahtera, dan maafkanlah dia.”
Doa Panjang untuk Jenazah Laki-Laki
Bagi yang ingin membaca doa yang lebih lengkap, berikut lafalnya.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ، وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْحَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالتَّلْج وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى التَّوبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَابْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْحًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ.
Latin: Allôhummaghfir lahu, warhamhu, wa ‘âfihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi madkholahu, waghsilhu bil mâ’i wats tsalji wal barodi. Wa naqqihi minal khothôyâ kama yunaqqots tsaubul abyadhu minad danasi. Wa abdilhu dáron khoiron min darihi, wa ahlan khoiron min ahlihi, wa zaujan khoiron min zaujihi, wa adkhilhul jannata, wa a’idzhu min fitnatil qobri wa min ‘adzâbin når.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia (si mayit). Rahmatilah dia. Selamatkanlah dia. Maafkanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya. Luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah dia dari dosa-dosa, sebagaimana pakaian putih yang dibersihkan dari kotoran. Gantikanlah untuk dirinya rumah yang lebih baik daripada rumahnya, keluarga yang lebih baik daripada keluarganya, dan pasangan yang lebih baik daripada pasangannya. Masukkanlah dia ke dalam surga. Lindungilah dirinya dari fitnah kubur dan azab neraka.”
Doa Setelah Takbir Keempat
Setelah takbir keempat, jamaah disunnahkan membaca doa penutup untuk memohon ampunan bagi almarhum sekaligus keluarga yang ditinggalkan.
اللهم لا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ، ولا تَفْتِنا بَعْدَهُ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ، وَلإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإيْمَانِ، وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا، رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ.
Latin: Allôhumma là tahrimnâ ajrohu wa là taftinnâ ba’dahu, waghfir lana walahu wa li-ikhwâninal ladzina sabaqânâ bil îmâni, wa la taj’al fi qulûbinâ ghillal lilladzina âmanů. Robbana innaka roúfur rohim.
Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau menghalangi kami dari pahalanya. Janganlah Engkau fitnah kami sesudahnya. Ampunilah kami dan dia, serta saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan iman. Janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”
Dengan memahami bacaan doa dalam salat jenazah, umat Islam diharapkan dapat melaksanakan ibadah ini sesuai tuntunan. Selain menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum, salat jenazah juga menjadi kesempatan untuk memohonkan ampunan dan rahmat Allah SWT bagi orang yang telah meninggal dunia. (*)







