SerambiMuslim.com – Hari Jumat memiliki kedudukan istimewa dalam Islam sebagai sayyidul ayyam atau penghulu segala hari. Selain menjadi waktu pelaksanaan salat Jumat bagi laki-laki muslim yang memenuhi syarat, hari ini juga dianjurkan untuk memperbanyak doa, membaca Surah Al-Kahfi, dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Di balik keutamaannya, muncul pertanyaan yang kerap menjadi perbincangan umat Islam, yakni benarkah hari kiamat akan terjadi pada hari Jumat?
Sejumlah hadits sahih memang menyebutkan hal tersebut. Namun, Islam juga menegaskan bahwa waktu pasti terjadinya kiamat tetap menjadi rahasia Allah SWT.
Hadits Rasulullah SAW tentang Kiamat pada Hari Jumat
Dasar utama yang menjelaskan bahwa kiamat akan terjadi pada hari Jumat terdapat dalam hadits sahih riwayat Imam Muslim.
Dikutip dari buku “Arbain (40 Hadits) Tentang Sholat Jum’at” karya Nor Kandir, Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik hari ketika matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke dalam surga, pada hari itu pula ia dikeluarkan darinya, dan hari kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat.” (HR. Muslim)
Hadits lain yang diriwayatkan Abu Dawud dari Abu Hurairah RA juga menjelaskan bahwa seluruh makhluk, kecuali jin dan manusia, berada dalam keadaan waspada setiap Jumat menjelang matahari terbit karena khawatir datangnya hari kiamat.
“Di hari Jumat terjadi kiamat. Dan tidak ada satu pun makhluk bumi melainkan mereka memasang telinga (waspada) pada hari Jumat, sejak waktu subuh hingga matahari terbit karena takut akan datangnya hari kiamat, kecuali jin dan manusia.” (HR Abu Dawud)
Sementara itu, dalam riwayat lain dari Aus bin Aus RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Pada hari itu tiupan sangkakala pertama dilakukan, dan pada hari itu pula kematian massal (hari kiamat) terjadi.” (HR Abu Dawud)
Kumpulan hadits tersebut menunjukkan bahwa hari Jumat memiliki posisi penting dalam perjalanan kehidupan manusia, mulai dari penciptaan Nabi Adam AS hingga terjadinya hari kiamat.
Benarkah Kiamat Pasti Terjadi pada Hari Jumat?
Mayoritas ulama menjelaskan bahwa berdasarkan hadits-hadits sahih, hari kiamat memang akan berlangsung pada hari Jumat. Namun, hadits tersebut tidak menjelaskan tanggal, bulan, maupun tahun terjadinya kiamat.
Dengan demikian, umat Islam hanya mengetahui bahwa kiamat akan terjadi pada hari Jumat, sedangkan kapan tepatnya peristiwa itu berlangsung sepenuhnya menjadi ilmu Allah SWT.
Alquran Tegaskan Waktu Kiamat Hanya Diketahui Allah
Alquran secara tegas menyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang mengetahui waktu datangnya hari kiamat selain Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Surah Luqman ayat 34:
إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥ عِلْمُ ٱلسَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ ٱلْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌۢ بِأَىِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۢ
Latin: Innallāha ‘indahụ ‘ilmus-sā’ah, wa yunazzilul-gaīṡ, wa ya’lamu mā fil-ar-ḥām, wa mā tadrī nafsum māżā taksibu gadā, wa mā tadrī nafsum bi`ayyi arḍin tamụt, innallāha ‘alīmun khabīr.
Artinya: “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
Penegasan serupa terdapat dalam Surah Al-A’raf ayat 187:
يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَىٰهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّى ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَآ إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْـَٔلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِىٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ ٱللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Latin: Yasalụnaka 'anis-sā'ati ayyāna mursāhā, qul innamā 'ilmuhā 'inda rabbī, lā yujallīhā liwaqtihā illā huw, ṡaqulat fis-samāwāti wal-arḍ, lā tatīkum illā bagtah, yasalụnaka kaannaka ḥafiyyun ‘an-hā, qul innamā ‘ilmuhā ‘indallāhi wa lākinna akṡaran-nāsi lā ya’lamụn.
Artinya: “Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: ‘Bilakah terjadinya?’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu ada pada sisi Tuhanku. Tidak ada seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat bagi makhluk yang di langit dan di bumi. Kiamat tidak akan datang kepadamu melainkan secara tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu ada di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.’”
Ayat-ayat tersebut menegaskan bahwa manusia tidak memiliki kemampuan mengetahui kapan hari kiamat akan terjadi. Meski hadits menyebut kiamat berlangsung pada hari Jumat, waktu pastinya tetap menjadi rahasia Allah SWT. (*)







