Berita  

Dubes Iran: Haram Negosiasi dengan AS

Dubes Iran apresiasi Indonesia siap mediasi konflik, namun menegaskan tak akan bernegosiasi dengan AS. Indonesia juga menyerukan dialog dan diplomasi. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Islam Iran di Indonesia menyampaikan apresiasi atas kesiapan Presiden Prabowo Subianto untuk memediasi konflik setelah serangan yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Namun, Iran menegaskan tidak akan membuka ruang negosiasi dengan negara yang dianggap telah melancarkan permusuhan, khususnya AS.

Pernyataan itu disampaikan Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dalam pernyataannya di Rumah Dinas Kedubes Iran, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 2 Maret 2026.

“Tentu Iran berharap kepada negara-negara sahabat untuk memberikan dukungan kepada negara kami. Dan tentu, kami mengapresiasi atas pesan dan kesiapan yang telah disampaikan oleh Indonesia,” ujar Boroujerdi.

Namun ia menegaskan, Iran tidak bersedia bernegosiasi dengan negara yang dianggap melancarkan permusuhan.

“Tetapi bagi kami tidak ada negosiasi dengan negara yang melancarkan permusuhan dengan kami yaitu Amerika Serikat,” tegasnya.

Boroujerdi menyatakan keraguannya atas komitmen AS untuk mematuhi kesepakatan apapun. Ia berharap negara-negara Islam mengecam serangan yang terjadi dan mendukung Iran dalam ranah diplomasi internasional.

“Dikarenakan apa jaminan Amerika Serikat patuh terhadap sebuah kesepakatan. Kami berharap negara-negara Islam apabila melihat serangan ini merupakan langkah yang ilegal maka harus memberikan kutukan secara keras terhadap serangan ilegal yang terjadi,” ucapnya.

Dubes Iran juga menyampaikan harapan kepada negara-negara Islam untuk mendorong organisasi internasional, termasuk Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), agar memberikan dukungan kepada Iran. Ia menegaskan kampanye internasional menentang peperangan juga perlu dilakukan.

“Ketiga adalah kami berharap sebuah kampanye dijalankan oleh negara-negara Islam, kampanye untuk menyatakan tidak kepada peperangan,” jelas Boroujerdi.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan keprihatinan atas gagalnya perundingan antara Amerika Serikat dengan Iran yang memicu eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.

“Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah,” kata Kemlu RI melalui akun resmi X.

Kemlu menekankan pentingnya seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan diplomasi sebagai cara damai menyelesaikan perbedaan.

“Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi,” lanjut bunyi keterangan tersebut.

Dalam pernyataannya, Kemlu RI juga menjelaskan kesiapan pemerintah Indonesia untuk memfasilitasi dialog bilateral, termasuk kemungkinan Presiden Indonesia bertolak ke Teheran jika kedua belah pihak menyetujui mediasi tersebut.

“Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden RI, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” bunyi keterangan resmi Kemlu. ***