Kemenag Rancang Arah Pendidikan Islam di Masa Depan

Kemenag RI menggelar forum RnD Pendidikan Islam untuk merancang arah pendidikan masa depan berbasis empati dan ekoteologi. (Foto: nurulihsan.ponpes.id/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Kementerian Agama (Kemenag) RI menggelar Review and Design (RnD) Pendidikan Islam di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025). Agenda bertajuk “Pendidikan Islam Masa Depa”.

Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi capaian dan merancang arah pendidikan Islam ke depan.

Acara dibuka dengan doa oleh Afis Putra Maulana, siswa dari kelompok inklusif.

Rangkaian kegiatan meliputi peluncuran Peta Jalan Pendidikan Islam.

Panitia juga menggelar penggalangan donasi bagi korban bencana alam. Pementasan teatrikal “Ada Apa dengan Asta?” turut memeriahkan acara.

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Amien Suyitno menjelaskan pentingnya pendekatan future studies. Menurutnya, pendekatan tersebut berkembang sejak dekade 1940-an.

“Concern ini penting agar kita bisa memprediksi kebutuhan pendidikan Islam masa depan,” kata Amien.

Ia menilai potensi peserta didik madrasah dan pesantren sangat beragam. Potensi tersebut mencakup aspek akademik dan nonakademik yang perlu difasilitasi sistematis.

Sementara, Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar menekankan kurikulum sebagai refleksi kebudayaan. Ia mendorong pergeseran kurikulum dari pendekatan maskulin menuju nurturing.

Menurutnya, pendidikan Islam harus lebih inklusif dan berorientasi empati.

“Mungkin kita perlu lebih inklusif dan berkualitas cinta, bukan hanya logic oriented,” ujar Nasaruddin.

Ia menjelaskan konsep Kurikulum Cinta untuk menumbuhkan empati dan kepekaan sosial.

Menag juga mengaitkan arah pendidikan Islam dengan konsep ekoteologi. Ia menegaskan relasi manusia, alam, dan Tuhan merupakan satu kesatuan.

“Lingkungan hidup adalah partner kehidupan, bukan sekadar objek eksploitasi,” jelasnya.

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menyoroti tantangan pendidikan di era volatilitas dan ketidakpastian.

Ia menyampaikan pandangan tersebut melalui rekaman video. “Kita harus menunjukkan Islam sebagai kerangka dinamis dan etis,” kata Pratikno.

Acara ditutup dengan peresmian Peta Jalan Pendidikan Islam.

Peresmian dilakukan oleh Menag, Menko PMK, dan pimpinan Kemenag RI. (*)