Fikih  

Apakah Sholat Tidak Khusyuk Tetap Diterima Allah?

Foto: iStockphoto/Ilustrasi

SerambiMuslim.com – Perasaan tidak khusyuk saat menunaikan sholat kerap memicu kegelisahan di kalangan umat Muslim. Tidak sedikit yang mempertanyakan, apakah kondisi tersebut membuat ibadah menjadi sia-sia atau bahkan tidak diterima.

Pertanyaan ini mengemuka dalam siaran langsung Masrawy yang berkolaborasi dengan Al-Azhar International Center for Monitoring and Electronic Iftaa.

Menanggapi hal itu, anggota Komite Fatwa Elektronik, Mahmud Al Sayed, menegaskan adanya perbedaan mendasar antara sholat yang sah dan sholat yang diterima.

Menurut dia, sholat dinyatakan sah apabila dikerjakan sesuai waktu, serta memenuhi syarat dan rukun yang telah ditetapkan dalam syariat. Dalam kondisi tersebut, seseorang tidak diwajibkan mengulang sholatnya.

Namun demikian, persoalan diterima atau tidaknya ibadah sepenuhnya berada dalam otoritas Allah SWT. Tidak ada seorang pun yang dapat memastikan apakah amalnya, termasuk sholat, benar-benar diterima.

Ia menekankan bahwa kekhusyukan merupakan aspek batin yang tidak hadir secara instan. Dibutuhkan latihan dan kesungguhan untuk mencapainya. Karena itu, rasa tidak khusyuk tidak boleh dijadikan alasan untuk meninggalkan sholat.

“Yang terpenting adalah tetap menjaga sholat tepat waktu dan terus berupaya memperbaiki kualitasnya,” ujarnya.

Cara Meningkatkan Kekhusyukan dalam Sholat

Sejumlah pendekatan praktis dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan kekhusyukan dalam sholat. Dalam buku Bagaimana Cara Fokus dalam Sholat karya P Djunaidi, disebutkan beberapa langkah yang dapat diterapkan.

Pertama, memperbaiki tata cara sholat dengan menjaga ketenangan dan menghindari gerakan tergesa-gesa. Kedua, menanamkan niat yang tulus sebelum memulai ibadah.

Selain itu, penting untuk menghadirkan kesadaran penuh dalam setiap gerakan sholat, memahami makna bacaan, serta menjaga pandangan tetap fokus ke tempat sujud.

Upaya lain adalah menghindari distraksi pikiran yang bersifat duniawi dan menumbuhkan kesadaran seolah-olah sholat yang dilakukan merupakan kesempatan terakhir.

Pendekatan-pendekatan tersebut diyakini dapat membantu memperkuat konsentrasi sekaligus meningkatkan kualitas spiritual dalam ibadah. ***