Ini Waktu Mustajab Hari Jumat untuk Berdoa

Dzulqadah sering terabaikan dalam kalender Islam. Padahal, bulan ini termasuk bulan haram yang menjadi momen penting untuk muhasabah dan meningkatkan iman. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Hari Jumat memiliki keutamaan tersendiri bagi umat Islam. Selain menjadi waktu pelaksanaan shalat Jumat secara berjamaah, hari ini juga diyakini menyimpan satu momen istimewa di mana doa berpeluang besar dikabulkan oleh Allah SWT.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Nabi Muhammad bersabda:

إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ لَسَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا مُسْلِمٌ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللهَ خَيْرًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا

Artinya: “Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat satu waktu. Tidaklah seorang Muslim yang berdoa memohon kebaikan kepada Allah bertepatan dengan waktu itu, melainkan akan dikabulkan.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, dan lainnya).

Meski demikian, hadis tersebut tidak menyebutkan secara rinci kapan waktu mustajab itu terjadi. Perbedaan penafsiran pun muncul di kalangan ulama, meskipun terdapat dua pendapat yang dinilai paling kuat.

Pendapat pertama menyebutkan bahwa waktu mustajab berada pada saat khutbah berlangsung hingga salat Jumat selesai. Pendapat ini merujuk pada riwayat dari Abu Burdah bin Abi Musa Al Asy’ari dari ayahnya, yang kemudian diperkuat oleh Abdullah bin Umar.

Sementara itu, pendapat kedua menyatakan bahwa waktu mustajab berada setelah salat Ashar hingga menjelang Maghrib. Pendapat ini didukung oleh sahabat seperti Abdullah bin Sallam, serta dikuatkan oleh pandangan ulama seperti Ahmad bin Hanbal.

Dalam hadis disebutkan:

“Di hari Jumat terdapat suatu waktu, apabila seorang Muslim berdoa kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, niscaya akan dikabulkan. Waktu itu adalah setelah Ashar.” (HR Ahmad).

Riwayat lain dari Jabir bin Abdillah juga menjelaskan, “Pada hari Jumat terdapat 12 waktu. Di antaranya ada satu waktu yang jika seorang Muslim berdoa pada saat itu, Allah akan mengabulkannya. Maka carilah pada penghujung hari setelah Ashar.” (HR Abu Daud, Nasai).

Dengan adanya perbedaan pendapat tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa pada kedua waktu yang disebutkan. Harapannya, setiap Muslim dapat meraih momen mustajab yang dijanjikan, sehingga doa yang dipanjatkan mendapatkan ijabah dari Allah SWT. ***