Fikih  

Sejarah Ibadah Haji, Sejak Nabi Adam hingga Ibrahim

Sejak kapan ibadah haji ada? Simak sejarahnya dari Nabi Adam, Nabi Ibrahim hingga penjelasan dalam Alquran dan hadis. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Ibadah haji memiliki jejak sejarah panjang yang telah dimulai jauh sebelum diutusnya Nabi Muhammad SAW.

Dalam Alquran, disebutkan bahwa Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk meninggikan fondasi Kabah bersama putranya, Nabi Ismail AS.

“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail, (seraya berdoa), ‘Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui” (QS Al-Baqarah: 127).

Ayat tersebut mengisyaratkan bahwa Kabah sejatinya telah ada sebelum masa Nabi Ibrahim AS. Dengan demikian, perintah yang diberikan kepada beliau bukanlah membangun dari awal, melainkan meninggikan kembali fondasi Baitullah.

Setelah proses tersebut selesai, Nabi Ibrahim AS kemudian diperintahkan untuk menyeru umat manusia agar menunaikan ibadah haji.

“Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh” (QS Al-Hajj: 27).

Lantas, apakah Nabi Ibrahim AS merupakan orang pertama yang melaksanakan ibadah haji?

Pertanyaan ini memunculkan sejumlah pandangan. Dalam Alquran surah Al-Baqarah ayat 128, Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS berdoa agar Allah menunjukkan tata cara pelaksanaan manasik haji.

“…dan perlihatkanlah kepada kami tata cara ibadah kami (manasik kami), dan terimalah tobat kami…” (QS Al-Baqarah: 128).

Dari ayat tersebut, setidaknya terdapat dua kemungkinan. Pertama, ibadah haji belum pernah disyariatkan sebelumnya, sehingga Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi pihak pertama yang melaksanakannya setelah mendapatkan petunjuk langsung dari Allah.

Kemungkinan kedua, ibadah haji sebenarnya telah ada pada umat sebelum mereka, namun mengalami perubahan atau penyimpangan, sehingga perlu diperbarui dan diluruskan kembali melalui risalah Nabi Ibrahim AS.

Sejumlah riwayat juga menyebutkan bahwa Nabi Adam AS merupakan manusia pertama yang melakukan tawaf di Kabah. Ia disebut meniru para malaikat yang telah lebih dahulu mengelilingi Baitullah.

Bahkan, dalam beberapa riwayat, malaikat diyakini sebagai pihak pertama yang membangun Kabah. Karena itu, Kabah juga dikenal dengan sebutan Baitul ‘Atiq, yang secara bahasa berarti “rumah yang kuno” atau “rumah yang dibebaskan”.

Dalam kitab Bidayah wa an-Nihayah, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa para nabi setelah Nabi Adam AS juga menunaikan ibadah haji. Hal ini merujuk pada hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad bin Hanbal dari Ibnu Abbas RA.

Dalam riwayat tersebut, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda saat melintasi Lembah Usfan, bahwa Nabi Hud AS dan Nabi Saleh AS juga pernah melewati kawasan tersebut dalam perjalanan menunaikan haji ke Baitullah sambil melantunkan talbiah.

Riwayat ini memperkuat pandangan bahwa ibadah haji telah menjadi bagian dari tradisi para nabi sejak masa yang sangat awal dalam sejarah umat manusia. ***