SerambiMuslim.com – Masjid Warragul di Victoria, Australia, menjadi sasaran aksi yang diduga merupakan serangan Islamofobia.
Seorang pria tak dikenal terlihat melemparkan daging babi ke dekat pintu masuk dan papan nama masjid.
Aksi tersebut terekam kamera CCTV pada Rabu sore (9/9/2026). Insiden itu dinilai sebagai bentuk kebencian rasis dan ekstremisme sayap kanan.
Aksi tersebut juga terjadi ketika sentimen anti-Muslim disebut semakin berani ditunjukkan di wilayah Victoria.
Kejadian berlangsung beberapa hari setelah unggahan media sosial memicu provokasi terkait Masjid Warragul.
Unggahan tersebut kemudian dibanjiri komentar yang mengajak orang menargetkan masjid menggunakan produk daging babi.
Serangan itu menyusul sejumlah insiden lain yang baru-baru ini menyasar komunitas Muslim di Victoria.
Daging babi menjadi simbol yang dianggap menyinggung umat Islam karena makanan tersebut diharamkan dalam ajaran Islam.
Pihak Masjid Warragul menyebut aksi tersebut sebagai upaya untuk menyinggung, mengintimidasi, dan memecah belah komunitas Muslim.
“Upaya itu tidak akan berhasil,” demikian pernyataan pihak masjid yang dilansir dari ABC News Australia.
Masjid Warragul dibuka pada 2025 setelah jemaat Uniting Church sebelumnya pindah ke lokasi baru. Pemindahan tersebut dilakukan sekitar dua dekade sebelumnya ke tempat yang lebih besar.
Masjid itu disebut menjadi ruang terbuka dan inklusif bagi komunitas Muslim di wilayah tersebut.
Selain tempat ibadah, masjid juga menjadi wadah berkumpul bagi komunitas Muslim yang terus berkembang.
Wakil Ketua Komite Masjid Warragul, Mansoor Shamsi, mengatakan masjid tersebut sebelumnya pernah menjadi sasaran vandalisme. Masjid juga pernah dicoret dengan grafiti oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Sayangnya, saya tidak merasa kaget ataupun terkejut. Kami berada dalam dilema: di satu sisi tidak ingin memberi panggung pada sesuatu yang seharusnya tidak mendapat perhatian karena bersumber dari ketidaktahuan, kebencian dan ketakutan. Namun di saat yang sama, kami juga merasa bertanggung jawab untuk menyuarakan kecaman terhadap hal tersebut,” tegasnya.
Presiden Islamic Council of Victoria (ICV), Mohamed Mohideen, mengatakan insiden tersebut melukai perasaan komunitas Muslim secara luas.
Ia menilai kejadian itu mencerminkan kekhawatiran terhadap meningkatnya Islamofobia di Victoria.
“Kami tidak hadir di sini untuk emngambil alih gereja, kami tidak hadir di sini untuk mengambil alih keyakinan orang lain atau merongrong iman orang lain,” ujarnya.
“Komunitas ini cukup tangguh. Komunitas muslim sudah terbiasa menghadapi serangan Islamofobia dan kebencian anti-muslim,” imbuh Mohideen.
Mansoor Shamsi mengatakan Masjid Warragul juga menerima dukungan besar dari masyarakat luas. “Setiap kali hal-hal seperti ini terjadi, ada dukungan yang sangat besar,” terang Shamsi.
Pemimpin Partai Greens Victoria, Ellen Sandell, turut mengecam insiden tersebut. Ia menyebut aksi itu sebagai tindakan kebencian Islamofobik yang keji dan disengaja.
“Setiap pemimpin politik memiliki tanggung jawab untuk melakukan segala upaya guna menyuarakan kecaman keras terhadap eskalasi serangan rasis yang keji ini, serta berjuang melawan ekstremisme sayap kanan yang memicunya,” ungkap Sandell.
Hingga kini, Kepolisian Victoria masih menyelidiki insiden pelemparan daging babi ke Masjid Warragul tersebut. (*)







