Bus Shalawat Gratis Mulai Beroperasi di Makkah

Pemulangan jemaah haji Indonesia dimulai 31 Mei 2026. Kemenhaj mengingatkan larangan membawa air zamzam dalam koper dan membatasi barang bawaan. (Foto: Int/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Layanan transportasi gratis Bus Shalawat bagi calon jamaah haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, resmi mulai beroperasi pada Kamis, 30 April 2026. Layanan ini disiapkan untuk menyambut kedatangan jamaah haji gelombang pertama yang bergerak dari Madinah ke Makkah.

Kepala Bidang Transportasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Syarif Rahman mengatakan operasional tahap awal ini mencakup periode pra-puncak haji atau sebelum Armuzna.

“Operasional tahap pertama pra-Armuzna dimulai 30 April. Kami sudah menyiapkan layanan untuk 12 kloter awal yang tiba di Makkah, dan seluruh bus telah siaga di sektor masing-masing,” ujar Syarif di Makkah.

Pada musim haji tahun ini, pemerintah memberikan perhatian lebih pada aspek aksesibilitas. Jumlah armada khusus bagi jamaah disabilitas dan pengguna kursi roda ditingkatkan menjadi 56 unit, naik dari 52 unit pada tahun sebelumnya.

Syarif menjelaskan, berbeda dengan bus reguler yang beroperasi selama 24 jam, layanan bus disabilitas menggunakan sistem pemesanan untuk menjaga efektivitas operasional.

“Untuk bus disabilitas, sistemnya by order. Kloter yang memiliki minimal lima pengguna kursi roda wajib melakukan pemesanan, terutama untuk kebutuhan umrah wajib,” katanya.

Secara keseluruhan, layanan Bus Shalawat dioperasikan oleh konsorsium enam perusahaan transportasi, dengan Syarikah Rawaheel sebagai ketua, bersama Dallah, Hafil, Abu Sarhad, Mawakib, dan Rawaf.

Armada yang digunakan berupa bus kota dengan kapasitas hingga 70 penumpang, terdiri dari 40 kursi dan 30 pegangan tangan. Setiap bus juga dilengkapi fasilitas standar seperti sabuk pengaman dan pendingin air minum.

PPIH memastikan layanan transportasi ini dapat digunakan secara gratis oleh jamaah, baik dari pemondokan menuju Masjidil Haram maupun sebaliknya, sejak kedatangan hingga kepulangan kloter terakhir.

Selain itu, Syarif memperkirakan waktu tempuh perjalanan akan lebih singkat seiring dengan pengaturan lalu lintas selama musim haji tahun ini.

“Dari hasil simulasi, waktu tempuh rata-rata hanya 15 hingga 20 menit. Bahkan rute terjauh seperti Syisyah ke Terminal Syieb Amir hanya sekitar 20 menit,” ujarnya.

Layanan Bus Shalawat tahap pertama akan berlangsung hingga 5 Dzulhijjah. Operasional akan dihentikan sementara saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada 6–14 Dzulhijjah, sebelum kembali normal pada 15 Dzulhijjah. ***