SerambiMuslim.com – Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Namun, hasil survei Alvara Research Center menunjukkan bahwa tidak semua umat Islam di Tanah Air konsisten menunaikan salat lima waktu setiap hari. Berdasarkan survei tersebut, hanya 38,9 persen responden yang mengaku selalu melaksanakan salat lima waktu.
Temuan tersebut tertuang dalam Indonesia Moslem Report 2019: The Challenges of Indonesia Moderate Moslems yang diterbitkan Alvara Research Center. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.567 responden di 34 provinsi pada 12-31 Agustus 2019.
Sebanyak 62 persen responden berasal dari Pulau Jawa dengan komposisi responden laki-laki dan perempuan yang seimbang. Sementara itu, dari seluruh responden perempuan, sebanyak 74 persen merupakan pengguna hijab.
Dalam laporan tersebut, responden yang selalu melaksanakan salat lima waktu mencapai 38,9 persen. Angka itu terdiri atas 2,0 persen responden yang selalu salat lima waktu dan selalu berjamaah, 7,7 persen yang selalu salat lima waktu dan sering berjamaah, serta 29,2 persen yang selalu salat lima waktu dan kadang berjamaah.
Dengan demikian, hanya sekitar empat dari setiap sepuluh umat Islam Indonesia yang mengaku konsisten menunaikan salat lima waktu setiap hari.
Di sisi lain, sebanyak 33,8 persen responden mengaku sering melaksanakan salat lima waktu, tetapi masih ada waktu salat yang sesekali tidak dikerjakan.
Kemudian, sebanyak 26,8 persen responden mengaku hanya sesekali melaksanakan salat lima waktu. Adapun 0,4 persen responden menyatakan tidak pernah melaksanakan salat lima waktu.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa meskipun salat lima waktu merupakan ibadah wajib bagi umat Islam, tingkat konsistensi dalam menjalankannya masih beragam di masyarakat.
Kelompok Usia Lebih Tua Lebih Disiplin
Selain memotret kebiasaan salat secara umum, laporan Alvara Research Center juga membandingkan tingkat kedisiplinan salat berdasarkan kelompok usia.
Hasilnya menunjukkan bahwa responden berusia lebih tua cenderung lebih disiplin dalam melaksanakan salat lima waktu. Kelompok Generasi X, terutama yang berada pada rentang usia lebih tua, tercatat lebih tertib menunaikan salat dan lebih banyak mengerjakannya secara berjamaah.
Sebaliknya, responden dari Generasi Z dan generasi milenial usia muda memiliki tingkat kedisiplinan yang lebih rendah dibandingkan kelompok usia yang lebih tua.
Temuan ini menunjukkan masih terdapat tantangan dalam membangun kebiasaan salat lima waktu secara konsisten di kalangan generasi muda Indonesia. (*)







