SerambiMuslim.com – Muhammadiyah mencatat sejarah baru di tingkat internasional. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya (UK) dan Irlandia resmi menjadi organisasi pertama sekaligus satu-satunya dari Indonesia yang diterima sebagai anggota Dewan Muslim Inggris (Muslim Council of Britain/MCB).
Keanggotaan tersebut diperoleh setelah melalui proses verifikasi sejak Juni 2026. Tahapan itu diawali dengan pertemuan dan diskusi antara PCIM UK & Irlandia dengan The East London Mosque, salah satu mitra terbesar MCB. Muhammadiyah kemudian menerima surat elektronik resmi yang menyatakan keanggotaannya pada 21 Juli 2026.
Ketua PCIM Britania Raya (UK) & Irlandia, Ince Dian Aprilyani Azir, mengatakan keanggotaan tersebut menjadi pengakuan atas kiprah dakwah Muhammadiyah di tengah masyarakat muslim Inggris.
“Tentu ini adalah pintu untuk kami berkontribusi lebih luas. Untuk Muhammadiyah, ini menegaskan bahwa gerakan dakwah dan tajdid Muhammadiyah itu mampu berjejaring luas dan diterima di ruang keislaman. Kami juga meyakini bahwa nilai Wasathiyah yang kami bawa punya tempat untuk menjadi bahan percakapan muslim global, juga bagi masyarakat muslim Inggris,” kata Ince Dian dikutip dari situs Muhammadiyah, Senin, 3 Agustus 2026.
Menurut Ince Dian, bergabungnya Muhammadiyah dalam MCB memberikan legitimasi kelembagaan yang lebih kuat di mata publik, media, dan komunitas muslim di Inggris. Status tersebut juga memperluas peluang organisasi untuk membangun kolaborasi dengan berbagai institusi muslim setempat.
Melalui keanggotaan itu, PCIM UK & Irlandia terhubung dengan lebih dari 500 masjid, sekolah, badan amal, dan organisasi muslim di seluruh Inggris. Jejaring tersebut dinilai membuka kesempatan kerja sama program serta berbagi sumber daya yang sebelumnya sulit dijangkau.
Selain memperluas jaringan, Muhammadiyah juga memperoleh ruang untuk menyuarakan aspirasi umat Islam dalam berbagai isu kebijakan, seperti kebebasan beribadah dan diskriminasi. Organisasi ini juga akan memiliki panggung yang lebih luas melalui berbagai kanal komunikasi MCB.
“Dan ini semakin memperkuat misi kami untuk memperkenalkan Islam berkemajuan ala Muhammadiyah kepada audiens lintas komunitas,” sebut Ince Dian.
Keanggotaan di MCB juga membuka akses bagi Muhammadiyah untuk mengikuti berbagai pelatihan pengembangan kapasitas sumber daya manusia serta memperluas kemitraan lintas agama dan kegiatan sosial.
Muhammadiyah berharap pencapaian tersebut dapat membuka jalan bagi organisasi Islam Indonesia lainnya untuk bergabung dalam ekosistem kemasyarakatan di Inggris.
“Memang sekarang ini kami masih menjadi satu-satunya yang tergabung dalam Dewan Muslim Inggris. Tapi kami juga bersedia membuka peluang kepada teman-teman dari organisasi Muslim Indonesia lainnya yang ada di UK untuk bisa berproses dan juga diterima di MCB,” tandas Ince Dian.
Sebagai informasi, Dewan Muslim Inggris merupakan lembaga independen yang menaungi lebih dari 500 masjid, lembaga pendidikan, badan amal, dan organisasi profesi muslim di Inggris. Organisasi ini berperan sebagai wadah advokasi publik bagi komunitas muslim, dengan keanggotaan yang hingga kini didominasi komunitas muslim asal India, Pakistan, dan Bangladesh. (*)







