Masjid Istiqlal Tak Membagikan Langsung Daging Hewan Kurban

Masjid Istiqlal menerima 59 sapi dan 7 kambing kurban jelang Iduladha 1447 H. Daging kurban disalurkan melalui pesantren dan panti asuhan. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Masjid Istiqlal Jakarta menerima puluhan hewan kurban dari masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Hingga Senin, 25 Mei 2026, panitia mencatat sebanyak 59 ekor sapi dan tujuh ekor kambing telah diterima untuk proses penyembelihan.

Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengatakan jumlah hewan kurban masih berpotensi bertambah hingga Hari Raya Iduladha pada Rabu besok.

Adapun penyembelihan dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 28 Mei 2026 dan berlanjut selama hari tasyrik.

“Per hari ini sudah terkumpul 59 ekor sapi dan semuanya sapi kelas berat. Kemungkinan masih akan bertambah karena penerimaan hewan kurban tetap dibuka hingga hari tasyrik,” ujar Nasaruddin dalam konferensi pers di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.

Distribusi Daging Kurban Tidak Dibagikan Perorangan

Panitia Iduladha Masjid Istiqlal memastikan pembagian daging kurban tahun ini tidak dilakukan secara langsung kepada masyarakat perorangan di area masjid.

Distribusi daging akan disalurkan melalui jaringan lembaga binaan seperti pondok pesantren, panti asuhan, lembaga pendidikan, hingga komunitas sosial yang sebelumnya telah terdata oleh pengelola Masjid Istiqlal.

“Kami tidak membagikan daging kurban kepada perorangan di Istiqlal,” kata Nasaruddin.

Kebijakan tersebut diterapkan guna menghindari penumpukan massa dan risiko desak-desakan saat pembagian daging kurban, sebagaimana sempat terjadi pada sejumlah perayaan Iduladha sebelumnya.

Usung Tema Lingkungan dan Kemanusiaan

Pada pelaksanaan Iduladha 1447 H, Masjid Istiqlal mengangkat tema “Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan.” Tema itu akan menjadi fokus khutbah Iduladha yang disampaikan Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis.

“Tema Iduladha kita tahun ini ialah spirit kurban untuk merawat alam dan kemanusiaan,” ujar Nasaruddin.

Rangkaian salat Iduladha dijadwalkan dimulai pukul 06.45 WIB. Pengelola mengimbau jamaah datang lebih awal karena masjid telah dibuka sejak pukul 04.00 WIB untuk melayani salat subuh berjamaah.

Siapkan Tujuh Kantong Parkir dan Pengamanan Ketat

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan salat Id, pengelola menyiapkan tujuh kantong parkir di sekitar kawasan Masjid Istiqlal. Area basement dua lantai juga disediakan dengan kapasitas sekitar 1.000 kendaraan.

Penggunaan lahan parkir turut melibatkan sejumlah titik di sekitar masjid, termasuk area Gereja Katedral Jakarta dan kompleks Kementerian Agama.

Selain itu, pengamanan diperketat dengan pemasangan sekitar 260 kamera CCTV yang dilengkapi teknologi biometrik dan pemindai wajah.

“Jangan coba-coba melakukan pencurian atau pencopetan di Istiqlal karena semua bisa terdeteksi melalui sistem keamanan yang kami miliki,” kata Nasaruddin.

Seluruh jamaah juga diwajibkan melewati pemeriksaan X-ray sebelum memasuki area masjid. Sterilisasi kawasan disebut telah dilakukan sejak dini hari guna mendukung pengamanan pelaksanaan salat Iduladha, termasuk kehadiran tamu VVIP. (*)