SerambiMuslim.com – Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah, salah satunya melalui itikaf.
Ibadah ini merupakan bentuk penghambaan diri dengan berdiam di masjid untuk lebih fokus beribadah kepada Allah SWT.
Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah, KH Masyhuril Khamis, menjelaskan itikaf memiliki sejumlah keutamaan yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Menurutnya, salah satu keutamaan itikaf adalah mengikuti sunnah Nabi Muhammad. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah menganjurkan umatnya untuk beri’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
“Siapa yang ingin beri’tikaf bersamaku, maka beri’tikaflah pada sepuluh malam terakhir,” demikian hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban.
Mencari Malam Lailatul Qadar
Keutamaan lainnya adalah kesempatan untuk meraih malam Lailatul Qadar, malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan.
Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah menceritakan bahwa pada awalnya beliau beritikaf pada sepuluh hari pertama Ramadan untuk mencari Lailatul Qadar. Kemudian beliau melanjutkan itikaf pada sepuluh hari pertengahan hingga akhirnya diberi kabar bahwa malam kemuliaan tersebut berada pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Sejak saat itu, Rasulullah bersama para sahabatnya memperbanyak ibadah dengan beritikaf pada sepuluh malam terakhir.
Dalam riwayat lain yang disampaikan oleh Aisyah binti Abu Bakar, Rasulullah semakin meningkatkan ibadah ketika memasuki fase akhir Ramadan.
“Apabila memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah mengencangkan pakaian bawahnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya,” demikian hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.
Anjuran Ulama tentang Waktu Itikaf
Ulama besar Imam Nawawi menjelaskan bahwa Imam Syafi’i menganjurkan seseorang yang ingin mengikuti sunnah Nabi dalam itikaf agar masuk masjid sebelum Matahari terbenam pada malam ke-21 Ramadan. Dengan demikian, tidak ada bagian dari sepuluh malam terakhir yang terlewatkan.
Adapun itikaf dianjurkan berlangsung hingga terbenamnya Matahari pada malam Idulfitri. Bahkan, lebih utama jika seseorang tetap berada di masjid hingga melaksanakan salat Idulfitri.
Meski demikian, para ulama sepakat bahwa hukum itikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan adalah sunnah.
“Malam tersebut tentu sangat disayangkan jika terlewatkan. Karena malam Lailatul Qadar merupakan malam yang dikhususkan bagi umat Nabi Muhammad, sementara umur umat ini relatif lebih pendek dibanding umat terdahulu,” kata Masyhuril.
Itikaf Tidak Harus Sepuluh Hari
Dalam praktiknya, tidak semua orang mampu mengikuti itikaf secara penuh seperti yang dilakukan Rasulullah. Kesibukan dan kondisi kehidupan modern membuat sebagian umat kesulitan berdiam di masjid selama sepuluh hari penuh.
Namun hal itu tidak berarti ibadah itikaf harus ditinggalkan sepenuhnya. Dalam mazhab Mazhab Syafi’i, seseorang yang masuk masjid meski hanya sebentar tetap dapat berniat itikaf selama berada di dalamnya.
Bahkan, aktivitas seperti beristirahat atau tidur di masjid tetap bernilai ibadah apabila diniatkan sebagai bagian dari itikaf.
Itikaf sebagai Sarana Mendekatkan Diri kepada Allah
Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Islam, KH Jeje Zaenudin, menjelaskan bahwa esensi itikaf adalah menghentikan aktivitas duniawi dan memusatkan diri sepenuhnya pada ibadah.
Menurutnya, itikaf menjadi momentum untuk memperbanyak zikir, doa, shalat sunnah, serta membaca dan merenungkan ayat-ayat Alquran.
“Itikaf adalah upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah sehingga seseorang dapat merasakan ketenangan dan kebahagiaan jiwa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa selain sebagai ibadah ritual, itikaf juga dapat menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi diri atas perjalanan hidup selama setahun terakhir sekaligus merencanakan langkah kehidupan ke depan.
Karena itu, bagi umat Islam yang memiliki kesempatan waktu, menjalankan itikaf di masjid pada sepuluh malam terakhir Ramadan sangat dianjurkan. Selain meningkatkan kualitas ibadah, momen tersebut juga menjadi kesempatan untuk meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar. ***






